Selasa, 28 Oktober 2014

Bukti Audit,Tujuan Audit,Program Audit,dan Kertas Kerja

Auditor mengawali perencanaan audit dengan meletakkan akhir audit dibenak nya,sejak awal teah disebutkan bahwa tujuan menyeluruh audit laporankeuangan adalah menyatakan pendapat tentang apakah laporan keuanganklien menyajikan secara wajar,salam semua hal yang material,sesuai denganGAAP.untuk itu auditor hars memperoleh bahan bukti audit yang cukup dankompeten sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat,disamping itu,pilihan akan bukti audit dipengaruhi oleh : 
1.Pemahaman auditor atas bisnis dan industri klien.
2.Perbandingan antara harapan auditor atas laporan keuangan  denganBuku dan catatan klien.
3.Keputusan tentang  asersi yang material bagi laporan keuangan
4.Keputusan tentang risiko bawaan dan risiko pengendalian.  

AUDIT  TOP-DOWN .Bukti audit top-down berfokus pada upaya auditor dalam bisnis dan industri,tujuan manajemen,bagaimanamanajemen menggunakan sumber dayanya untuk mencapaisasaran, memperolehpemahaman tentang keunggulan kompetitif organisasi di pasaran,proses bisnis inti,sertalaba dan arus kas yang dihasilkan.proses
audit top-down memberikan buktitentang risiko bisnis  strategis yang dihadapi klien,bagaimana klien menanggapirisiko tersebut,dan kelangsungan entitas. 

AUDIT  BOTTOM-UP
 Bukti audit bottom-up berfokus pada pengujian secara langsung antartransaksi,saldo akun,serta sistem yang mencatat transaksi tersebut yang padaakhirnya menghasilkan saldo aku.bukti audit bottom-up meliputi beberapabentuk penarikan sample transaksi,atau penarikan sample terperinci yangmendukung saldo akun.

KEPUTUSAN PENTING TENTANG BUTI AUDIT 
Ketika merencanakan audit,auditor harus membuat 4 keputusan pentingtentang lingkup dan pelaksanaan audit.keputusan tersebut meliputi : 
1.Sifat pengujian yang harus dilakukan.
2.Saat pengujian yang harus dilakukan.
3 Luas pengujian yang arus dilakukan.
4. Penetapan staff untuk melaksanakan audit.


1.SIFAT PENGUJIAN AUDIT
Sifat pengujian audit mengacu pada sifat dan efektifitas pengujian audit yang akan dilaksanakan.Per tama,prosedur audit tersebut harus dapat memberikanbukti tentang kinerja kompetitif suatu entitas atau terkait dengan tujuanspesifik yang ingin dicapai auditor.auditor juga harus mempertimbangkanbiaya relatif dan efektifitas prosedur dalam kaitannya dengan tujuan audityang spesifik. 
2SAAT PENGUJIAN AUDIT
Saat mengacu pada kapan auditor akan melaksanakan pengujian audit sertamenarik kesimpulan audit.pengujian audit pada tanggal interim dapatmemberikan pertimbangan awal mengenai masalah-masalah signifikasi yangdapat mempengaruhi laporan keuangan pada akhir tahun buku.auditor jugadapat memilih untuk melaksanakan pengujian substantif tentang kewajaransaldo akun sebelum tanggal neraca. 
3LUAS PENGUJIAN AUDITLuas prosedur audit berkaitan dengan keputusan auditor tentang berapabanyak bukti audit yang harus diperoleh .bukti yang lebih banyak diperlukanuntuk mencapai suatu tingkat resiko deteksi yang rendah dibanding dengantingkat resiko yang tinggi. 
4PENETAPAN STAFF AUDIT
Auditor harus ditugaskan pada tugas-tugas yang telah ditetapkan dan disupervisi sesuai dengan tingkat pengetahuan ,keterampilan,dan kemampuannya sehingga mereka dapat mengevaluasi bukti audit yang sedangdiperiksa. Auditor membuat 4 pilihan penting yang berkaitan dengan bukti audit
1.Bukti apa yang akan diperoleh ( sifat )
2.Bilamana akan memperoleh bukti ( saat )
3.Berapa banyak bukti yang akan diperoleh ( luas )
4.Siapa yang akan ditugaskan untuk memperoleh bukti ( staff audit )    

TUJUAN AUDIT SPESIFIK DAN BUKTI AUDIT

Asersi manajemen dalam laporan keuangan menjadi pedoman bagiauditor untuk merencanakan pengumpulan bukti audit.5 asersi manajemenyang digariskan dalam standar auditing yang berlaku umum ( GAAS) : 
1.Keberadaan dan keterjadiaan.
2.Kelengkapan.
3.Hak dan kewajiban.
4.Penilaian atau alokasi.
5.Penyajian dan pengungkapan. 
Dalam memperoleh bukti untuk mendukung pendapat atas laporanKeuangan,auditor mengembangkan tujuan audit spesifik bagi setiap akundalam laporan keuangan.auditor mengidentifikasikan tujuan audit  spesifikberdasarkan asersi manajemen dalam laporan keuangan karna setiap tujuanaudit memerlukan bukti audit yang berbeda pula. Tujuan audit spesifik dikembangkan untuk setiap asersi,selail itu tujuanaudit juga dikembangkan untuk :
1.Transaksi relevan yang mempengaruhi piutang usaha.
2.Aspek penting pada saldo akun piutang usaha sebagaimana dilaporkanpada tanggal neraca


PROSEDUR AUDIT
Prosedur audit adalah metode atau teknik yang digunakan oleh paraauditor untuk mengumpulkan dan mengevaluasi barang bukti yang mencukupidan kompeten. Berikut ini adalah 10 jenis prosedur audit :
1.Prosedur analistis
2.Inspeksi
3.Konfirmasi
4.Permintaan
5.Perhitungan
6.Penelusuran
7.Pemeriksaan bukti
8.Pengamatan  
9.Pelaksanaan ulang
10.Teknik audit berbantuan komputer  




PROGRAM AUDIT

Standar auditing yang berlaku umum menyatakan bahwa dalammerencanakan audit,auditor harus mempertimbangkan sifat luas,dan saatpekerjaan yang harus dilaksanakan serta harus mempersiapkan suatu programaudit tertulis untuk setiap audit.program audit menyatakan bahwa proseduraudit yang diyakini oleh auditor merupakan hal yang penting untuk mencapaiyujuan audit.bentuk program audit akan sangat beragam tergantung padakondisi audit,praktik,serta kebijakan kantor akuntan tersebut. Program audit juga mendokumentasikan strategi audit.biasanya auditorberusaha menyeimbangkan prosedur audit
top-downdanbottom-upketikamengembangkan suatu program audit.
Strategi audit biasanya meliputikeseimbangan antara prosedur  pelaksanaan untuk memperoleh pemahaman tentang bisnis klien dengan pengendalian intern nya.membandingkan saldo keuangan dengan jumlah yang diharapkan,serta menentukan keseimbanganantara pengujian pengendalian dan pengujian substantif.


KERTAS KERJA
 Merupakan catatan yang disimpan oleh auditor tentang prosedur audityang diterapkan,pengujian yang dilaksanakan,indormasi yang diperoleh,dankesimpulan masalah yang dicapai dalam audit.Kertas kerja memberikan :
1.Dukungan utama bagi laporan audit.
2.Cara untuk melakukan koordinasi dan supervisi audit.
3.Bukti bahwa audit dilaksanakan sesuai dengan GASS
  
J ENIS KERTAS KERJA
1.Kertas kerja neraca saldo
2. Skedul dan analisis
3.Memoranda audit dan dokumentasi informasi penguat.
4.Ayat jurnal penyesuaian dan reklasifikasi. 

MENYUSUN KERTAS KERJA
1.Judul.
Setiap kertas kerja harus memuat nama klien,judul deskriptif yang dapatmengidentifikasikan isi dari kertas kerja tersebut.
2.Nomor indeks.
Setiap kertas kerja diberi nomor indeks atau nomor referensi untuktujuan identifikasi atau pengarsipan.
3.Referensi silangData dalam kertas kerja yan diambil dari kertas kerja lainnya atau yangdigunakan dalam kertas kerja lain harus diberi referensi silang dengannomor.
4.Tanda koreksiMenunjukan bahwa auditor telah melaksanakan sejumlah prosedurpada item item dimana tanda pengecekan tersebut diberikan.
5.Tanda tangan dan tanggal
Setelah menyelesaikan msing-masing tugasnya,penyusunan atau pre-review kertas kerja harus membubuhkan paragraf dan tanggal padakertas kerja.hal ini dimaksud untuk menetapkan tanggung jawab ataspekerjaan dan review yang dilaksanakan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar