Senin, 01 Desember 2014

“TOTAL QUALITY MANAGEMENT”

“MAKALAH TOTAL QUALITY MANAGEMENT”

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Dewasa ini kita hidup dalam suatu zaman yang mempunyai berbagai ciri yang disebut sebagai era industri, era teknologi, era informasi atau era globalisasi. Zaman tersebut mengandung dimensi perubahan, berdasarkan keadaan tersebut yang menjadi tantangan dewasa ini bukanlah berbicara mengenai adanya perubahan, tetapi bagaimana membawa perubahan secara baik. Dengan demikian pemimpin dan manajer organisasi dewasa ini mau atau tidak mau harus menghadapi “Corporate olympics” yang semakin kompleks. Hal ini disebabkan karena untuk kelangsungan hidup dan perkembangan kehidupannya, organisasi harus memiliki daya saing yang harus dicapai melalui peningkatan kualitas dan produktivitasnya.
Pada mulanya, para industrialis  di Amerika Serikat kembali mempelajari apa yang sudah dipelajari mitra tandingannya di Jepang, Jerman, dan Negara-negara pemimpin lainnya. Pelajaran itu adalah bahwa yang merupakan kunci untuk bersaing di pasar internasional adalah perbaikan mutu dan produktivitas secara serempak dan berkesinambungan. Akan tetapi, semakin pangsa pasar menghilang, pesan tersebut mulai tenggelam di Amerika Serikat. Kesadaran yang terlambat membangkitkan gerakan mutu yang mulai diyakini. Kemajuannya berjalan perlahan tetapi masih terus berjalan. Selalu ada dan masih saja ada banyak pengecam, akan tetapi, suatu pendekatan untuk melakukan bisnis yang dikenal sebagai pendekatan mutu total telah merebut dan mendapatkan penerimaan berskala luas.
Pendekatan ini berlangsung dengan menggunakan banyak nama antara lain: Manajemen Mutu Total, Kepemimpinan Mutu Total, Mutu Perusahaan Total. Terlepas dari nama yang digunakan ini, hal ini merupakan pendekatan untuk melakukan bisnis yang memfokuskan semua sumber daya sebuah organisasi pada perbaikan serempak dan terus menerus atas mutu dan produktivitas. Tujuan dari pendekatan mutu total adalah untuk terus menerus memperbaiki kemampuan bersaing organisasi secara terus menerus.
Dengan demikian, Total Quality Management (TQM) adalah suatu pendekatan yang harusnya dilaksanakan oleh organisasi masa kini untuk memperbaiki kualitas output-nya, menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitasnya.
1.2  LANDASAN TEORI
Landasan Total Quality Management (TQM) adalah statiscal process control (SPC) yang merupakan model manajemen manufaktur yang pertama-tama diperkenalkan oleh Edwards Deming dan Joseph Juran sesudah Perang Dunia II guna untuk membantu bangsa jepang membangun kembali infrastruktur negaranya.  Model yang dikembangkan pertama kali adalah manajemen manufaktur, yang kemudian mengalami evolusi dan mengalami diversifikasi untuk aplikasi di bidang manufaktur, industri jasa, kesehatan, dan juga bidang pendidikan. Perkembangan TQM juga tidak terlepas dari kontribusi bidang manajemen dan efektivitas organisasi dalam membangun TQM. Kontribusi bidang tersebut merupakan satu dimensi tersendiri yang dapat disebut akar TQM. Akar TQM itu banyak berasal dari pengkajian dan praktek manajemen dimana yang signifikan adalah 10 bidang, yaitu:
1.      Scientific Management. Digunakan untuk mencari cara terbaik untuk melakukan pekerjaan melalui time and motion study dan proses produksi secara ban berjalan. TQM memperluas konsep ke dalam lingkup seluruh sistem.
2.      Group Dynamics. Kelompok-kelompok kerja dimaksudkan untuk mengembangkan teknik pemecahan persoalan.
3.      Pelatihan. TQM menempatkan program pelatihan pada prioritas utama di tiap tingkat organisasi. Pimpinan puncak belajar merumuskan visi, mendelegasikan wewenang, dan melatih bawahan. Bawahan harus belajar memecahkan persoalan yang timbul dalam pekerjaannya.
4.      Achievement Motivation (Motivasi Berprestasi). Karakteristik manusia adalah selalu mempunyai motivasi, potensi, dan ka-pasitas untuk bertanggung jawab terhadap organisasi. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana peran manajemen untuk merealisasikan karakteristik tersebut. Dalam TQM manajer harus percaya pada bawahannya guna melakukan pekerjaan menuju kualitas.
5.      Pelibatan karyawan. TQM memberi peluang kepada para kar-yawan untuk ikut terlibat dalam proses pemecahan masalah.
6.      Sociotechnical Systems (Sistem Sosioteknikal). Organisasi di-pandang sebagai sistem yang terbuka, organisasi mengambil sumber daya dari lingkungannya, mengolahnya dan menyam-paikan hasilnya kepada lingkungannya. TQM memperhatikan dimensi sistem organisasi secara eksplisit. TQM memusatkan perhatian pada interface antara unsur-unsur yang saling mempengaruhi.
7.      Pengembangan Organisasi (Organization Development). Hal ini merupakan turunan dari group dynamics yang bertujuan melatih seluruh organisasi (tidak hanya satu kelompok) agar lebih produktif. Organisasi akan lebih efektif belajar dari peng-alaman dan melakukan perubahan apabila anggotanya dilibat-kan dalam proses pengumpulan data dan proses pengambilan keputusan. TQM menambahkan dua unsur, yaitu titik berat pada kualitas dan menuntut hasil yang dapat diukur.
8.      Budaya Perusahaan. Adalah pola nilai-nilai, keyakinan dan harapan yang tertanam dan berkembang pada diri anggota organisasi mengenai pekerjaannya. TQM mengembangkan konsep tersebut di mana budaya perusahaan terdiri dari dua komponen dasar, yaitu keyakinan dan nilai-nilai (values)
9.      Teori Kepemimpinan Baru. Menurut teori baru, pemimpin dituntut untuk memetakan pandangannya ke depan (vision), manajer dituntut untuk merealisasikan visi tersebut. Memim-pin berarti menciptakan dinamika organisasi yang kondusif agar para anggota mau dan komitmen terhadap tujuan or­ganisasi. Melakukan manajemen berarti menata, mengarahkan serta mengendalikan para anggota secara sistematis agar tujuan organisasi tercapai. TQM mendasarkan pada teori kepemimpinan tersebut di mana pimpinan harus mempunyai strategic vision yang baik.
10.  Perencanaan Strategis. Perencanaan strategis adalah suatu proses di mana pimpinan puncak organisasi menggambarkan masa depan organisasi tersebut dan mengembangkan prosedur yang diperlukan beserta pengoperasiannya. TQM ber-pendapat bahwa data yang penting untuk perencanaan harus berasal dari yang dekat dengan konsumen dan data ini sebagai pertimbangan perencanaan yang berorientasi pada pelanggan.

1.3  TUJUAN
1.3.1        Untuk mengetahui Total Quality Management
1.3.2        Untuk mengetahui pengimplementasian Total Quality Management
1.3.3        Untuk mengetahui manfaat dan tujuan Total Quality Management
1.3.4        Untuk mengetahui Manajemen Strategik pada Perencanaan dan Pelaksanaan
1.3.5        Untuk mengetahui standar sistem mutu pada Total Quality Management
1.3.6        Untuk mengetahui kepemimpinan dan manajemen dalam Total Quality Management.













BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Total Quality Management
Menurut Chase, Aquilano dan Jacobs (2001) menyatakan bahwa TQM adalah kegiatan mengelola organisasi secara keseluruhan sehingga semua dimensi produk dan jasa yang dipandang penting oleh pelanggan menjadi unggul atau istimewa (managing the entire organization so that it excels on all dimensions of products and services that are important to the customer). Selain itu dalam aturan mengenai Japan Quality Medal disebutkan bahwa TQM adalah satu set aktivitas yang tersusun secara sistematis dan dilaksanakan oleh keseluruhan organisasi untuk mencapai tujuan secara efektif dan secara efisien agar organisasi mampu menyediakan produk dan jasa pada tingkatan mutu yang dapat memuaskan para pelanggan pada waktu dan harga yang sesuai.
TQM berkaitan dengan integrasi semua upaya dalam organisasi terhadap kualitas perbaikan, Pengembangan kualitas dan pemeliharaan kualitas untuk memenuhi kepuasan pelanggan. TQM meningkatkan kualitas kerja dan kepuasan kerja melalui partisipasi dan keterlibatan dan akibatnya citra organisasi Ini mengembangkan budaya partisipatif di mana setiap karyawan dapat langsung berpartisipasi di daerah yang berkaitan dengan pekerjaannya dan keputusan tentang pekerjaannya. Hal ini diselenggarakan melalui lingkaran kualitas secara sukarela dan tim peningkatan mutu (Yusuf et al., 2007).
Sesuai studi penelitian yang dilakukan oleh (Talib et al., 2012), mereka menemukan bahwa ada beberapa definisi TQM diberikan oleh penulis yang berbeda kualitas. Esensi dari definisi ini berbagi banyak unsur yang sama. Pertama, mereka berbagi pelanggan adalah pusat perhatian dan kekuatan pendorong di TQM filsafat. Kedua, mereka menganggap komitmen manajemen sebagai komponen penting untuk keberhasilan TQM. Terakhir, mereka mempertimbangkan perubahan budaya dan organisasi sebagai kondisi yang diperlukan untuk keberhasilan TQM. Untuk meringkas, TQM adalah suatu filosofi manajemen yang membantu organisasi untuk meningkatkan kinerja mereka secara keseluruhan dan efektivitas dalam mencapai status mutu di tingkat global (Zhang et al.,2000; Yusof dan Aspinwall, 2000, 2001; Arumugam et al., 2008).
Selanjutnya, (Dahlgaard et al., 1998) berpendapat bahwa tidak ada resep standar untuk program TQM yang baik. Selama dua dekade terakhir, kesadaran TQM telah jauh meningkat dan sekarang telah menjadi lapangan mapan penelitian untuk akademisi (Yusof dan Aspinwall, 1999;. Arumugam et al, 2008). Pekerjaan produktif telah dilakukan dan masih dilakukan pada aspek yang berbeda dari TQM dalam sektor jasa.
Secara umum studi ini menunjukkan bahwa TQM telah diterima secara luas sebagai pendekatan manajemen untuk meningkatkan kinerja dan menduduki posisi sentral untuk layanan organisasi terlepas dari sifat bisnis mereka berada. Selanjutnya, TQM adalah kompilasi dari berbagai proses, sistem, orang berkomitmen, komunikasi yang transparan dan budaya bagi pelanggan kepuasan. TQM adalah variabel tak terhingga dan mudah beradaptasi.
Berbagai praktik TQM telah terbukti seperti komitmen top manajemen; fokus pelanggan; pelatihan dan pendidikan; perbaikan dan inovasi yang berkelanjutan; manajemen pemasok; keterlibatan karyawan; dorongan karyawan; benchmarking; dan informasi kualitas dan kinerja sedangkan output ditunjukkan dalam hal peningkatan produktivitas dan kualitas, tepat waktu pengiriman, kepuasan pelanggan, kualitas layanan, dan meningkatkan hubungan dan loyalitas pelanggan. Tindakan manajemen dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sangat diperlukan sesuai dengan model ini.
Filosofi TQM membuat masing-masing karyawan bertanggung jawab untuk mengontrol kualitas dan menghentikan produksinya ketika terjadi masalah dalam pabrik (Monden, 1989), karyawan juga didorong untuk mengidentifikasikan berbagai cara untuk memperbaiki kualitas produk dan proses (Cole, 1983; Siegel 1997). Maka penting bagi para manajer untuk memberikan wewenang kepada karyawannya untuk ikut aktif  dalam mengambil inisiatif dengan harapan keterlibatan karyawan dapat meningkatkan proses produksi (Ichiniowski 1997; Sarkar, 1997). Dengan kata lain pemanufakturan TQM lebih menekankan pada keterlibatan karyawan (Zipkin,1991). Karyawan belajar melalui pekerjaan yang membangkitkan kemauan yang tinggi untuk memahami masalah dan untuk mencari  menyelesaiannya (Aoki, 1986), sehingga pelaporan informasi produktivitas dan kualitas kepada personalia lini akan memberikan umpan balik yang diperlukan untuk perbaikan dan pembelajaran produksi (Banker’s, 1993).
TQM bukan merupakan program atau sistem , tapi merupakan budaya yang harus dibangun, dipertahankan dan ditingkatkan oleh seluruh anggota organisasi /perusahaaan tersebut berorientasi pada mutu dan menjadikan mutu sebagai The way of Life (Dorothea W.A,1999 ). Elemen-elemen kritis dalam penerapan TQM adalah : kepemimpinan dan komitmen, keterlibatan penuh seluruh karyawan, perencanaan yang baik, strategi pelaksanaan, pengukuran & evaluasi, pengendalian & perbaikan dan mencapai, mempertahankan standar kesempurnaan. Filosofi TQM memenang dapat di terapkan untuk semua bidang, asal ada dukungan dari semua pihak dalam organisasi, dengan konsep kuncinya adalah kepemimpinan (Leadership), perubahan budaya (Culture change) dan pemberdayaaan karyawan (Employee empowerment), dan keterlibatan karyawan dalam bentuk kerja tim yang dikenal Gugus Kendali Mutu (QCC).
2.2  Implementasi Total Quality Management
Implementasi TQM dapat meningkatkan produktivitas organisasi (kinerja kuantitatif), meningkatkan kualitas (menurunkan kesalahan dan tingkat kerusakan), meningkatkan efektivitas pada semua kegiatan; meningkatkan efisiensi (menurunkan sumberdaya melalui peningkatan produktivitas), dan mengerjakan segala sesuatu yang benar dengan cara yang tepat. Lebih lanjut, implementasi TQM dalam suatu organisasi dapat memberikan beberapa manfaat utama yang akhirnya dapat meningkatkan daya saing organisasi. Melalui perbaikan kualitas berkesinambungan maka perusahaan dapat meningkatkan labanya melalui dua rute (Pall dalam Tunggal, 1993: 6), yaitu rute pasar dan rute biaya.
Untuk menjamin keberhasilan dalam mengimplementasikan TQM, sebenarnya terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara berurutan dan secara disiplin. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
A.    Tanamkan satu falsafah kualitas. Dalam hal ini manajemen dan karyawan harus sepenuhnya mengerti dan yakin mengapa organisasi akan mencapai total quality, yaitu untuk menjamin kelangsungan hidup organisasi dalam iklim kompetitif.
B.     Manajemen harus membimbing dan menunjukkan kepemimpinan yang bermutu. Manajemen puncak, terutama CEO, harus memberikan contoh dalam pola sikap, pola piker dan pola tindak yang  mencerminkan falsafah mutu yang di tanamkan.
C.     Kalau perlu, adakan perubahan atau modifikasi terhadap system yang ada, agar kondusif dengan tujuan total quality.
D.    Dididik, latih dan berdayakan (empower) seluruh karyawan.
Dengan melaksanakan keempat langkah tersebut secara berurutan maka akan dapat diciptakan iklim yang kondusif bagi perwujudan total quality yaitu: tata laku anggota organisasi akan berubah, dikalangan para karyawan akan terbentuk sikap total quality, didalam organisasi dapat diciptakan budaya total quality.
2.3  Manfaat TQM dan Tujuan TQM
Salah satu cara terbaik dalam persaingan global adalah de­ngan menghasilkan suatu produk barang/jasa dengan kualitas terbaik. Kualitas terbaik akan diperoleh dengan melakukan upaya perbaikan secara terus-menerus terhadap kemampuan manusia, proses, lingkungan. Penerapan TQM adalah hal yang sangat tepat agar dapat memperbaiki kemampuan unsur-unsur tersebut secara berkesinambungan. Penerapan TQM dapat memberikan beberapa manfaat utama, sebagai berikut.
Dengan perbaikan kualitas berkesinambungan, perusahaan akan dapat memperbaiki posisi persaingan. Dengan posisi yang lebih baik akan meningkatkan pangsa pasar dan men-jamin harga yang lebih tinggi. Hal ini akan memberikan penghasilan lebih tinggi dan secara otomatis laba yang diperoleh semakin meningkat. Upaya perbaikan kualitas akan menghasilkan peningkatan ke-luaran (output) yang bebas dari kerusakan atau mengurangi produk yang cacat. Berkurangnya produk yang cacat berarti berkurang pula biaya operasi yang dikeluarkan perusahaan sehingga akan diperoleh laba yang semakin besar.
Tujuan Total Quality Management adalah sebagai berikut:
A.    TQM bertujuan untuk memperbaiki kemampuan bersaing organisasi secara terus menerus.
B.     TQM tidak hanya bertujuan untuk memuaskan kebutuhan sekarang dari pelanggan, juga mengantisipasi kebutuhan pelanggan dimasa yang akan datang melalui perbaikan mutu yang dilakukan secara berkelanjutan.
C.     TQM menetapkan peningkatan kualitas sebagai prioritas dominan dan salah satu yang sangat penting untuk efektivitas jangka panjang dan kelangsungan hidup. Ini klaim bahwa meningkatkan kualitas dapat menurunkan daripada meningkatkan biaya dan memfasilitasi pencapaian tuntutan dan tujuan lainnya.
D.    Tujuan lainnya adalah memperbaiki kualitas output-nya, menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitasnya

2.4  Manajemen Strategik: Perencanaan dan Pelaksanaan
Manajemen strategik adalah manajemen yang mendasarkan semua tindakan, kegiatan, dan keputusan pada apa yang paling mungkin dalam suatu kerangka etik guna memastikan kinerja yang berhasil di pasar. Dari perspektif manajemen strategic, Sumber Daya terbuang jika sumber daya tersebut  tidak menyambung kepada keberhasilan dipasar dan semakin langsung menghasilkan sumbangan justru malah semakin baik.
Perencanaan Strategik
Perencanaa strategic adalah proses yang ditempuh oleh sebuah organisasi untuk menjawab pertanyaan seperti: siapakah kita? Kemana tujuan kita? Bagaimana kita bisa sampai kesana? Apa yang ingin kita capai? Apa kekuatan dan kelemahan kita? Apa yang merupakan peluang dan ancaman dalam lingkungan bisnis kita? Perencanaan strategic mencakup pengembangan rencana tertulis yang mengikuti komponen-komponen berikut: sebuah visi organisasi, misi organisasi, prinsip paduan, sasaran strategic yang luas dan taktik-taktik, proyrk, atau kegiatan spesifik untuk mencapai tujuan-tujuan yang luas.
Langkah-langkah dalam proses perencanaan strategic hendaknya diselesaikan secara teratur, karena setiap langkah suksesif bertumpu diatas langkah sebelumnya. Analisis SWOT memberikan satu kerangka pengetahuan yang dibutuhkan untuk melakukan perencanaan strategic.  Misi keluar dari visi dan mendukung visi. Prinsip-prinsip paduan yang menggambarkan system nilai organisasi memandu perilaku organisasi, ketika organisasi tersebut mengejar misinya. Tujuan yang luas muncul dari misi dan menerjemahkannya ke dalam istilah-istilah yang dapat diukur. Strategi spesifik di ikat langsung pada sasaran luas.
Pelaksanaan Strategik
Pelaksanaan strategic mencakup implementasi strategi yang sudah ditetapkan dalam perencanaan strategic, pemantauan kemajuan kearah pencapaiannya, dan penyesuaian bila perlu. Pelaksanaan strategi merupakan implementasi yang mencapai efisiensi dan efektivitas maksimum.
Pemantauan mencakup pemeriksaan secara konstan atas kinerja actual terhadap tolak ukur kinerja. Pemantauan strategic menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Apakah kita mencapai tujuan kita? Ini adalah pertanyaan mengenai efektivitas. Apakah kita melakukan sebaik seperti yang kita butuhkan? Ini adalah pertanyaan mengenai efisiensi. Penyesuaian bila perlu termasuk membuat koreksi bila strategi atau taktik spesifik yang diambil ini tidak membawa hasil yang di inginkan. Penyesuaian-penyesuaian tersebut dapat mencakup suatu puntiran ringan atas strategi, menemukan cara untuk mengatasi hambatan yang tidak diperkirakan yang ditemui, atau bahkan mengambil satu perangkat strategi tertentu yang sama sekali baru.
2.5  International Organization for Standardization (ISO)
Salah satu kunci untuk mampu bersaing dalam pasar global adalah kemampuan untuk mencapai atau melebihi standar yang dapat dipakai. Para professional mutu menggunakan istilah standar untuk menyatakan berbagai macam makna, seperti metric (ukuran), spesifikasi, ukuran, statement, kategori, segmen, perilaku, atau pengelompokan. Hingga kini usaha paling berhasil untuk mengembangkan standar mutuyang seragam secara internasional adalah ISO 9000.
Menurut Kimberley K. Hockman, ISO 9000 merupakan satu perangkat standar system mutu universal memberikan satu kerangka kerja seragam untuk jaminan mutu yang dapat digunakan di seluruh dunia. Akibatnya ISO 9000 telah menyusun menjadi satu system tunggal prinsip-prinsip hakiki yang berlaku umum pada berbagai manajemen mutu dan standar terjamin.
ISO 9000 dapat membantu usaha perusahaan dalam memuaskan pelanggannya, memenuhi persyaratan regulasi dan mencapai peningkatan mutu yang berkesinambungan. Tetapi sebagai langkah pertama, tingkat dasar suatu system bukanlah suatu jaminan yang lengkap dari mutu.
Fakta-fakta mengenai ISO 9000: mula-mula diterbitkan dalam 1987 oleh organisasi internasional untuk standarisasi (ISO). Iso ini telah mengalami beberapa kali revisi dan revisi utama terjadi dalam tahun 2000. Sehubungan dengan hal tersebut, kita kenal ISO-9000 seri 1987, ISO-9000 seri 1994, dan ISO-9000 seri 2000. ISO 9000:2000 sekarang meliputi ISO-9000:2000 (tentang definisi), ISO 9001:2000 (persyaratan) dan ISO 9004:2000 (perbaikan mutu berkelanjutan). ISO 9000:2000 merupakan rangkaian standar mutu yang didasarkan pada delapan asas manajemen mutu yang dapat diterapkan manajemen senior untuk melakukan peningkatan mutu organisasinya, yaitu:
a.       Focus pada pelanggan.
b.      Kepemimpinan
c.       Pelibatan karyawan
d.      Pendekatan proses
e.       Manajemen berbasis pendekatan system
f.       Peningkatan mutu berkesinambungan.
g.      Pendekatan berdasar fakta atas pengambilan keputusan.
h.      Hubungan dengan penyalur yang saling menguntungkan.
Standar ISO berperan untuk melakukan pengembangan kegiatan pabrikasi dan menyediakan produk dan jasa yang lebih efisien, lebih aman, dan lebih bersih. Standar ISO membuat perdagangan antarnegara-negara lebih mudah dan lebih adil. Standar ISO juga member layanan untuk melindungi konsumen dan para pemakai produk dan jasa pada umumnya, juga untuk membuat hidup mereka menjadi lebih mudah.
Manfaat dari Sertifikasi ISO 9000
Sertifikat ISO 9000 memperluas akses lebih jauh ke pasar asing dan kompatibilitas dengan pemasok-pemasok asing. Akses dan kemampuan pasar itu cukup bermanfaat dari dirinya sendiri untuk mendapatkan sertifikasi ISO 9000, namun ada manfaat tambahan. Proses yang dilalui perusahaan untuk mencapai sertifikasi cenderung meningkatkan mutu dan keseragaman kerja, sambil meningkatkan produktivitas secara serempak.
Menurut Hockman, duPon Corporation mendapatkan manfaat yang berhubungan dengan produktivitas dan mutu berikut dari sertifikasi ISO 9000.
A.    Penyerahan tepat waktu pada suatu pabrik meningkat 70% menjadi 90%
B.     Daur waktu pada suatu pabrik merosot dari 15 hari menjadi 1,5 hari.
C.     Jumlah kesalahan di satu gudang berkurang sampai 95%
D.    Jumlah prosedur tes yang perlu di satu tempat merosot dari 3.000 menjadi 1.100

2.6  Kepemimpinan dan Manajemen dalam Total Quality Management
Dalam Total Quality Management (TQM), kepemimpinan dan manajemen lebih ditekankan merupakan dua konsep yang hanya dapat dibedakan, tetapi tidak dapat  dipisahkan. Pemimpin dituntut untuk memiliki pandangan strategic yang jauh kedepan dan kekuatan tekad yang besar. Sedangkan manajer dituntut untuk memiliki pengetahuan instrinsik atau pengetahuan dalam bidang tugasnya yang baik serta pertimbangan professional yang dalam.
Dari batasan tersebut, maka pemimpin dituntut untuk memetakan pandangannya, sedangkan manajer dituntut untuk merealisasikan pandangan tersebut. Jadi dalam mengimplementasikan TQM dalam era informasi ini, kepemimpinan dan manajemen lebih banyak dituntut untuk bersifat saling melengkapi (komplementer) dan harus dapat mewujudkan asset berharga, yaitu wawasan mental yang luas dan imajinasi yang kreatif.










BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
TQM bukan merupakan program atau sistem, tapi merupakan budaya yang harus dibangun, dipertahankan dan ditingkatkan oleh seluruh anggota organisasi /perusahaaan tersebut berorientasi pada mutu dan menjadikan mutu sebagai The way of Life (Dorothea W.A,1999). Melaksanakan Total Quality Management dalam organisasi berarti mengadakan perubahan mendasar dalam organisasi, yang meliputi berubahan cultural dan perubahan substansif dalam manajemen.
Dengan perbaikan kualitas berkesinambungan, perusahaan akan dapat memperbaiki posisi persaingan. Dengan posisi yang lebih baik akan meningkatkan pangsa pasar dan menjamin harga yang lebih tinggi. Hal ini akan memberikan penghasilan lebih tinggi dan secara otomatis laba yang diperoleh semakin meningkat. Upaya perbaikan kualitas akan menghasilkan peningkatan keluaran (output) yang bebas dari kerusakan atau mengurangi produk yang cacat. Berkurangnya produk yang cacat berarti berkurang pula biaya operasi yang dikeluarkan perusahaan sehingga akan diperoleh laba yang semakin besar.
Management strategik merupakan manajemen yang mendasarkan semua tindakan, aktivitas, dan keputusan pada apa yang paling mungkin untuk menjamin kinerja yang berhasil di pasar. Dua komponen utama dari manajemen strategik adalah perencanaan startegik dan pelaksanaan strategik. Rencana strategic paling tidak ada gunanya  kalau tidak dilaksanakan secara efektif. Untuk mempromosikan pelaksanaan strategik yang berhasil, orientasi hendaknya melakukan kegiatan-kegiatan seperti:mengkomunikasikan, membangun kemampuan, menetapkan rangsangan yang mendukung strategi, hilangkan hambatan administrative, dll.
Salah satu kunci untuk mampu bersaing dalam pasar global adalah kemampuan untuk mencapai atau melebihi standar yang dapat dipakai. Para professional mutu menggunakan istilah standar untuk menyatakan berbagai macam makna, seperti metric (ukuran), spesifikasi, ukuran, statement, kategori, segmen, perilaku, atau pengelompokan. Hingga kini usaha paling berhasil untuk mengembangkan standar mutuyang seragam secara internasional adalah ISO 9000.
3.2. Kelebihan
Manajemen mutu penting diterapkan di era persaingan yang ketat seperti sekarang ini karena mutu adalah salah satu faktor daya saing di pasar global. Konsumen tidak selalu mencari produk atau jasa yang berharga murah, tetapi cenderung mencari yang bermutu baik dengan harga yang bersaing. Upaya perbaikan kualitas akan menghasilkan peningkatan keluaran (output) yang bebas dari kerusakan atau mengurangi produk yang cacat. Berkurangnya produk yang cacat berarti berkurang pula biaya operasi yang dikeluarkan perusahaan sehingga akan diperoleh laba yang semakin besar.
3.3  Kelemahan
Banyak perusahaan yang membuat kualitas lebih kabur atau tidak jelas dengan menetapkan tujuan yang tampak positif tanpa memilki cara untuk memonitor kemajuan pencapaian tujuan tersebut. kemudian TQM merupakan aktivitas yang bersifat hanya di dalam departemen-departemen di banyak perusahaan. Masing-masing departemen mempunyai kebijakannya secara sendiri-sendiri, sehingga tidak mencakup keseluruhan organisasi. Selanjutnya masalah kualitas merupakan suatu departemen yang ada dengan tanggung jawab khusus untuk pengendalian kualitas, di mana disiplin tersebut cenderung lebih berfokus kepada proses stabilisasi daripada memperbaiki proses. Ide keseluruhan dari filosofi kualitas juga membuat konsep secara keseluruhan tampak misterius bagi kebanyakan orang. Pendekatan-pendekatan baru seperti ISO 9000 atau reengineering tidak terintegrasi ke dalam usaha kualitas yang ada.
3.4  Saran
Berdasarkan landasan teorinya, jadi dalam meninjau sejarah perkembangan TQM haruslah dilihat dari dua dimensi, yaitu landasan dan akarnya, agar kita dapat menghayati tingkat perkembangan TQM pada suatu waktu.
Para pengambil keputusan kiranya dapat mempertimbangkan untuk menerapkannya dalam proses perencanaan yang dikerjakannya karena TQM menawarkan suatu pendekatan yang dapat memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan secara terus menerus atas produk jasa dan proses termasuk diantaranya adalah proses perencanaan strategis sistem informasi / teknologi Informsi.
Terakhir, supaya bisa bersaing dalam pasar global, organisasi harus mampu memenuhi standar internasional. Paling penting adalah ISO 9000.
















DAFTAR PUSTAKA

Goetsch, David L. and Davis, Santley B. 1997. Manajemen Mutu Total. Penerbit PT.        Prenhallindo dan Pearson Education Asia Pte.Ltd. Jakarta.
Haming, Murdifin. dan Nurnajamuddin, Mahfud. 2007. Manajemen Produksi Modern                  Operasi Manufaktur dan Jasa. Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Hardjosoedarmo, Soewarso. 1996. Total Quality Managgement. Penerbit Andi      Yogyakarta, Yogyakarta.
Menon, Ajay, B.J. Jaworski dan A.K. Kholi. 1997. Product Quality: Impact Of     Interdepartemental Interaction.  Journal  of  Academy  of  Marketing  Science,
            Vol. 25, No. 3, p. 187-200
Spencer, Barbara A. 1994. Models Of Organization and Total Quality Management: A      Comparison and Critical Evaluation. Journal Of Academy Management         Review Mississippi State University, Vol. 19. No. 3. 446-471.
Tenner, A.R., and Irving J. Toro. 1992. Total Quality Management, Addison-Wesley.        Reading, Massachusetts.

CSR PT WINGS

CSR PT WINGS

1.      Aksi Makan Gratis Bayar Dengan Cuci Piring
Aksi Makan Gratis ini digelar di restoran – restoran, masyarakat dapat makan gratis di restoran tersebut dan setelah selesai makan mereka harus mencuci piring makanan mereka menggunakan produk PT. Wings yaitu pencuci piring Mama Lime. Program ini sedang direalisasikan. Terbukti dengan adanya iklan di media mengenai program Aksi Makan Gratis Bayar Dengan Cuci Piring. Program ini dibuat untuk memperkenalkan produk pencuci piring Mama Lime sebagai produk pencuci piring yang bagus, dengan formula yang baik dapat membuat piring kotor menjadi bersih dan wangi.
2.      Photo Competition dengan Tema “Proud To Be Indonesian”
Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia, Pt. Lion Wings mengajak masyarakat Indonesia untuk menunjukkan kebanggaan nya terhadap Negara Indonesia. Melalui Photo Competition dengan Tema “Proud To Be Indonesian”.
Photo Competition ini diselenggarakan oleh PT. Lion Wings mulai tanggal 17 agustus 2014 dan berakhir pada tanggal 23 agustus 2014 pukul 23:00 WIB melalui media Facebook, Twitter dan Website Resmi PT. Lion Wings
3.      PT. Wings (2009) mengadakan acara Dangling atau dangdut keliling.
 Acara ini dilakukan di daerah Kampung Melayu. Jadi dangdut keliling ini dilakukan dari kampung ke kampung.Dalam acara ini juga tidak memerlukan artis – artis dangdut yang terkenal karena acara ini dilakukan di daerah orang – orang kalangan bawah atau kalangan rendah.  Dalam acara dangling atau dangdut keliling ini, PT. Wings berusaha untuk menghibur masyarakat yang berada di kampung melayu. Serta meperkenalkan kembali kepada masyarakat tentang sabun ekonomi wings ini. Dan mempromosikan kembali produk sabun eknomi wings ini karena semakin berkurangnya peminat dan pemakai atau pengguna sabun ekonomi wings ini.
4.      Pengobatan gratis dan donor darah

dalam rangka ulang tahun Jawa Pos Radar Banyuwangi ke-14 Perusahaan multi produk itu siap membagikan 50 paket bingkisan kepada peserta pengobatan masal gratis dan donor darah. Pt Wings sudah siap menjadi bagian dari kegiatan ini

PT WINGS (SSISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN / MCS)

PT WINGS


SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
Perusahaan Wings pertama kali didirikan oleh Johannes Ferdinand Katuari dan Harjo Sutanto pada tahun 1948 di Surabaya, Indonesia. perusahaan ini telah berkembang dari sebuah industri rumah kecil menjadi pemimpin pasar yang memperkerjakan ribuan orang dengan pabrik berlokasi di Jakarta dan Surabaya. Kini Wings sudah menjadi perusahaan yang sangat berpengaruh di Indonesia dan bukan hanya sabun saja yang ditawarkan oleh perusahaan ini, namun juga bahan makanan, alat kebersihan, minuman, dan masih banyak yang lainnya. Eddy William Katuari merupakan pemimpin perusahaan Wings yang terbaru. Perusahaan Wings ini sudah mulai berkembang di sektor kelapa sawit, real estate, bahkan hingga ke Bank.
Tujuan dari Wings Corporation adalah memproduksi produk-produk kualitas Internasional dengan harga ekonomis. Produksi pertama adalah dengan pembuatan sabun cuci hijau buatan tangan. Dengan produk ini, Wings berhasil menembus pasar kompetitif pada akhir tahun 1940-an.

Setelah itu Wings memperkenalkan produk baru yaitu krim deterjen dan produk pembersih lainnya dan saluran distribusi yang didirikan di seluruh Indonesia. Beberapa dekade berikutnya melihat Wings terus memperluas lini produk untuk berbagai rumah tangga dan produk perawatan pribadi.

Wings juga memperluas jaringan distribusi selama periode ini, ke titik di mana produk yang tersedia di hampir setiap kota dan desa di setiap provinsi negara itu, situasi yang ada sampai hari ini. Wings saat ini memproduksi dan menjual ratusan SKU rumah tangga dan produk perawatan pribadi, dan baru-baru memperluas lini produknya termasuk minuman dan mie instan.

Kini, Wings diakui sebagai produsen lokal terkemuka dan distributor rumah tangga dan produk perawatan pribadi. Menjadi sebuah kelompok bisnis yang dinamis dan beragam, Wings masih didedikasikan untuk visi awal perusahaan konsumen dengan menyediakan rumah tangga dan produk perawatan pribadi kualitas tanpa kompromi.

PERKEMBANGAN PERUSAHAAN

Agar bisa menjadi pemain global, Grup Wings harus terus meluaskan pasarnya ke negara yang penduduknya banyak seperti Amerika Latin, India dan Cina. Juga, membangun merek dan tim pemasaran yang hebat di luar negeri.

Di industri toiletris Tanah Air, ada tiga pemain besar yang merangsek dan menguasai pasar: Unilever, Procter & Gamble (P&G), dan Wings. Pemain yang disebut pertama dan kedua adalah perusahaan multinasional. Pemain ketiga adalah pemain lokal yang mampu bertengger di puncak dan menandingi raksasa toiletris dunia. Dengan bendera PT Sayap Mas Utama, PT Wings Surya dan PT Lioninda Jaya, puluhan produk keluaran kelompok usaha yang bermarkas di Kota Buaya ini, sudah sangat familier di tengah masyarakat. Sebut saja detergen Wings, Giv, Nuvo, Ciptadent, Kodomo, Mama Lemon, So Klin, Daia, Smile Up, dan masih banyak lagi produk toiletris lainnya.

Hampir semua produk toiletris Wings menempel ketat produk sejenis milik raksasa Unilever. Sekadar menyebut contoh: Nuvo dengan Lifebuoy, So Klin dengan Rinso, So Klin Pewangi dengan Molto, Sunlight dengan Mama Lemon. Di mata Handito Joewono, Chief Strategy Consultant Arrbey, produk toiletris Wings memang terbukti memiliki posisi yang cukup kuat di pasar. Wings cukup mampu menghadapi pemain asing seperti Unilever. “Menjadi nomor satu atau dua,” ungkapnya.
Kedigdayaan Wings tak hanya di ranah toiletris yang mampu membuat raksasa toiletris dunia Unilever ketar-ketir. Di industri makanan pun, raksasa Indofood dibuat kalang kabut dengan kehadiran Mie Sedaap yang diluncurkan Wings pada April 2003. Hanya dalam tempo setahun, Mie Sedaap berhasil “mencuri” 12% pangsa pasar Indofood. Meski tidak ada data angka, pertumbuhan Mie Sedaap terus melejit. Hal ini terlihat dari penambahan mesin dan kapasitas produksi di dua pabrik Gresik dan Bekasi. Tak pelak, Indofood yang selama ini melenggang sendirian tertohok dan secara agresif langsung meluncurkan tiga merek tandingan: Mie Sayaaap, Sarimi dan SuperMi Sedaaap. Selain merangsek pasar dengan Mie Sedaap, Grup Wings juga membombardir pasar dengan produk minuman Jas-Jus dan Ale-Ale. Kedua produk ini terlihat cukup mengkilap di pasar.
Pada tanggal 26 Juli 2012 yang lalu, Wingsfood secara resmi memasuki pasar kopi instan Indonesia dengan meluncurkan Top Coffee.  Berbagai riset telah dilakukan baik dalam bidang pengembangan produk maupun dalam bidang pemasaran. Riset-riset tersebut menghasilkan dua hal: racikan kopi instan yang mengklaim sebagai “masterpiece-nya kopi‟ serta strategi peluncuran produk yang gencar dan tertata.
Hal inilah yang kemudian menarik untuk diteliti. Seperti yang telah diutarakan sebelumnya, Top Coffee tengah menyiarkan iklan yang gencar melalui media televisi. Konsep iklan yang mereka gunakan juga relatif unik. Tema besar yang mereka gunakan adalah “Bongkar Kebiasaan Lama!‟, sebuah ungkapan halus yang berisi ajakan untuk meninggalkan brand kopi lama dan beralih ke Top Coffee. Tapi apakah frekuensi yang tinggi dan konsep yang unik tersebut cukup untuk meningkatkan brand preference Top Coffee di pasar yang sulit ini?
Sebelumnya, Wingsfood telah berkali-kali menggegerkan pasar melalui berbagai ekspansi pasar yang sukses besar. Salah satu contoh legendarisnya adalah ketika Wingsfood meluncurkan Mie Sedaap yang dalam waktu singkat berhasil mengacaukan dominasi Indomie di pasar mie instan. Padahal, Indomie merupakanbrand kuat yang sebelumnya selalu berhasil menggencet kompetitornya.


Tak hanya berjaya di bisnis toiletris dan makanan. Kelompok usaha yang dibangun oleh duet Johanes Ferdinand Katuari dan Harjo Sutanto pada 1948 ini telah menggurita ke berbagai sektor. Kelapa sawit, perbankan, bahan bangunan, kimia, dan properti pun dirambahnya. Di bisnis properti, Grup Wings memiliki sejumlah proyek perumahan prestisius, sebut saja Raffles Hill di Cibubur yang diambil alih dari PT Gunung Subur Sentosa karena kesulitan likuiditas saat krisis moneter 1998. Di Surabaya, Grup Wings membangun perumahan Nirwana Executive, Palem Indah, dan Palem Indah Permai.
Properti ritel komersial juga dilirik. Bergandengan dengan raksasa rokok Grup Djarum, mereka membesut Pulau Gadung Trade Center lewat bendera PT Nagaraja Lestari. Tak hanya di proyek tersebut kolaborasi dua raksasa itu, kabarnya di proyek Superblok Grand Indonesia Jakarta pun, Grup Wings punya andil cukup besar. Boleh jadi kolaborasi ini dipicu karena mereka menjalin hubungan besan. Masih di bisnis properti, Grup Wings juga mengibarkan Apartemen Patra Maisonette di Jakarta.

Di bisnis bahan bangunan, Grup Wings mengembangkan keramik lantai dengan merek Milan (Milan Ceramics) sejak tahun 1989. Selain memproduksi Milan, di bawah PT Adyabuana Persada juga mengembangkan merek Hercules. Selain itu, bergandengan dengan Siam Cement (Thailand) sejak 1997 Grup Wings masuk ke bisnis papan gipsum dan plester gipsum. Menggunakan bendera PT Siam-Indo Gypsum Industry, merek yang dikembangkan adalah Elephant. Masih bermitra dengan Siam Cement, lewat PT Siam-Indo Concrete Product, Wings memproduksi bahan semen fiber untuk pengatapan. Selain itu, Wings pun merambah bisnis genteng keramik clay dengan merek M-Class.

Di sektor keuangan, Grup Wings masuk ke bisnis sekuritas dengan mengakuisisi PT UOB Kay Hian Securities pada 1994. Tahun 2001, Wings kembali mengibarkan perusahaan sekuritas dengan bendera Ekokapital Sekuritas. Di sektor keuangan, Wings juga mengibarkan Bank Ekonomi. Tahun lalu, 98,96% saham Bank Ekonomi dijual ke HSBC dengan nilai sekitar Rp 7 triliun.

Dengan gurita bisnis tersebut, diperkirakan total kekayaan Grup Wings mencapai Rp 13 triliun. Dan, sejak 2006, keluarga Katuari sudah masuk 10 besar pengusaha terkaya di Indonesia versi Majalah Forbes. Menurut Handito, meski masuk ke berbagai ranah bisnis, Grup Wings masih akan fokus pada dua bisnis utamanya: toiletris dan makanan.“Mereka memiliki komitmen yang sangat besar dalam membesarkan kedua bisnis tersebut. Dan hasilnya cukup terlihat, di mana Wings cukup mampu menghadapi pemain-pemain asing seperti Unilever,” Handito menegaskan. Menurut Handito, penting bagi Grup Wings terus memperhatikan dua pilar yang telah melambungkan perusahaan yang berawal dari home industry menjadi raksasa bisnis ini. Grup Wings tidak boleh kehilangan konsentrasinya dalam mengembangkan dua pilar bisnis yang memiliki banyak ragam jenisproduk. “Bagaimanapun Wings adalah salah satu raja toiletris dan calon raja makanan,” ungkapnya.

Dalam pengamatannya, saat ini posisi produk makanan Wings memang belum sebesar produk toiletrisnya. Bukan berarti, Wings tidak mampu membesarkan usaha makanannya itu. Ia melihat dalam lima tahun terakhir ini Wings memang terlihat berusaha membesarkan usaha makanannya hingga mampu menjadi ancaman bagi para pesaing yang telah ada sebelumnya. Lihat saja gebrakannya lewat Mie Sedaap yang membuat Indofood kebakaran jenggot karena pangsa pasar Indomie tergerus.
Senada Handito, pengamat pemasaran Yadi Budhisetiawan dari ForceOne juga menilai keunggulan Grup Wings memang pada bisnis fast moving consumer goods (FMCG) yang menjadi bisnis inti Grup Wings. Ia menilai pertumbuhan grup ini sangat fenomenal. “Pertumbuhannya bisa sampai 20% per tahun. Itu sangat fenomenal karena jika dihitung inflasi saja 6%, bisa tiga kali lipat dari inflasi,” ujarnya.
Ia melihat ada tiga faktor yang melatarbelakangi kesuksesan di bidang ini. Pertama, Wings menghasilkan produk yang terjangkau masyarakat luas. Kedua, kuat dalam jaringan distribusi sehingga ketika meluncurkan produk baru lebih mudah dengan dukungan distribusi yang luas dan dalam. Ketiga, menguasai industri oleochemical  sehingga industri toiletris bisa dikuasai.

Kekuatan Grup Wings di bisnis toiletris karena menguasai juga bisnis hulunya. Wings memang sangat visioner dan mempunyai konsep yang jelas dalam mengarap industri. Pola ekspansi Grup Wings biasanya dengan lebih dulu menguasai industri hulu sebelum menggarap hilirnya. Nah, di industri hulu yang menjadi kekuatannya, Grup Wings menjadi produsen alkylbenzene – bahan baku utama detergen – terbesar di Asia Pasifik lewat PT Unggul Indah Cahaya. Dengan kapasitas terpasang lebih dari 200 ribu metrik ton per tahun, perusahaan ini memasok Wings dan sejumlah produsen lokal, serta melempar ke negara ASEAN, Eropa, Amerika Serikat dan Australia.

Masih di industri hulu, Grup Wings bergandengan dengan Grup Djarum dan Grup Lautan Luas membeli Ecogreen Oleochemical dari Grup Salim. Ecogreen adalah produsenoleochemical terbesar di dunia dengan kapasitas produksi lebih dari 100 ribu metrik ton per tahun. Oleochemical adalah bahan baku industri perawatan tubuh, sabun, detergen, makanan, plastik, farmasi, dan berbagai industri lain. Produksi Ecogreen, 95% diekspor dengan pasar utama negara Asia (50%) seperti Jepang, Cina dan Korea; Eropa (20%); dan AS (20%).

Sejatinya, tak hanya produk Ecogreen yang diekspor. Produk toiletris dan makanan juga mendapat respons cukup bagus di pasar mancanegara. Menurut pengamatan Yadi, produk toiletris Grup Wings sampai ke pasar Afrika. Ia mengatakan, untuk pasar global memang Grup Wings belum bisa disejajarkan dengan pemain seperti Unilever karena masih tumbuh di pasar negara developing dan underdeveloping. Namun, untuk masuk ke pasar negara berkembang ini upaya Wings dengan penetrasi produk detergennya cukup brilian karena masuk dengan ukuran kecil, ½ kg dan 1 kg. Bandingkan dengan produsen asal AS atau Eropa yang mengemas produk detergennya berukuran 3-5 kg.

Untuk bisa menjadi pemain global dan bisa disejajarkan dengan perusahaan sekelas Unilever, Yadi menyarankan agar Grup Wings terus meluaskan pasarnya ke negara berkembang yang jumlah penduduknya banyak seperti Amerika latin, India, termasuk ke Cina. Sementara Handito menyarankan agar Grup Wings membangun merek dan tim pemasaran di luar negeri untuk lebih bisa menggarap pasar luar. Ia menandaskan, jaringan distribusi ke luar negeri perlu diperkuat. “Saya harapkan Grup Wings bisa jadi seperti P&G-nya Indonesia,” katanya.

Menurut A.B. Susanto, Managing Partner The Jakarta Consultant Group, kelompok usaha yang sekarang dimotori generasi kedua Katuari ini sudah menunjukkan eksistensinya di pasar regional. “Beberapa produknya diekspor ke beberapa negara,” imbuhnya. Untuk menjadi pemain global, menurutnya, harus mempunyai visi yang diikuti dengan perencanaan strategi perusahaan yang bagus. Dari rekam jejak perjalanan Grup Wings, kelompok usaha ini dijalankan dengan visi dan konsep yang jelas.
Menurut Yadi, Grup Wings yang tumbuh dari bisnis keluarga ini unik sekali karena melibatkan semua keluarga, sampai om, tante, dan keponakan pun dilibatkan. “Mereka bisa kompak bekerja menumbuhkan perusahaan,” katanya. Berbagai kalangan memang menilai meski perusahaan keluarga, Wings sangat solid. Meski menguasai kepemilikan, di beberapa perusahaan keluarga Katuari tak selalu menjadi pucuk pimpinan. Sejauh ini Handito menilai, keluarga Katuari men-treat bisnisnya dengan profesional. Mereka juga banyak menggunakan tenaga profesional di perusahaan. “Dan hasilnya terlihat dari pencapaian mereka sejauh ini,” ujarnya.

VISI & MISI
Visi Perusahaan :
Berusaha untuk dapat memenuhi KEPUASAN PELANGGAN
Misi Perusahaan :
Untuk mencapai Visi perusahaan, kami menerapkan policy dalam:
– Kualitas Produk
– Effisiensi Produksi
– Disiplin Waktu dan Konsistensi dalam Quality

TUJUAN
Tujuan WINGS Corporation adalah memproduksi produk-produk berkualitas internasional dengan harga ekonomis. Produksi pertama Wings dimulai dengan pembuatan sabun cuci hijau buatan tangan. Dengan produk ini Wings berhasil menembus pasar kompetitif pada akhir 1940-an. Segera setelah itu, mereka memperkenalkan sebuah produk baru – krim deterjen yang sangat membantu kebutuhan toileteries rumah tangga. Setelah itu Wings memperkenalkan produk baru yaitu krim deterjen dan produk pembersih lainnya dan saluran distribusi yang didirikan di seluruh Indonesia. Beberapa dekade berikutnya melihat Wings terus memperluas lini produk untuk berbagai rumah tangga dan produk perawatan pribadi.
SASARAN
Wings juga memperluas jaringan distribusi selama periode ini, ke titik di mana produk yang tersedia di hampir setiap kota dan desa di setiap provinsi negara itu, situasi yang ada sampai hari ini. Wings saat ini memproduksi dan menjual ratusan kebutuhan rumah tangga dan produk perawatan pribadi, dan baru-baru memperluas lini produknya termasuk minuman dan mie instan.
Hari ini, Wings diakui sebagai produsen lokal terkemuka dan distributor rumah tangga dan produk perawatan pribadi. Menjadi sebuah kelompok bisnis yang dinamis dan beragam, Wings masih didedikasikan untuk visi awal perusahaan konsumen dengan menyediakan rumah tangga dan produk perawatan pribadi kualitas tanpa kompromi.


STUKTUR ORGANISASI PERUSAHAAN

Yang dimaksud dengan struktur organisasi adalah suatu susunan dengan hubungan antar bagian dalam organisasi maka para karyawan dapat mengetahui dengan jelas tugas, wewenang, dan tanggung jawab mereka sehingga dapat terjalin kerjasama yang efektif dan efisien untuk mencapai tugas perusahaan.

Keterangan di bawah ini merupakan tugas dari struktur organisasi Wings :
1.Pemasaran dan sales penjualan
·         Mengidentifikasikan target pasar dan pesaing potensial, mengidentifikasikan kebutuhan pelanggan.
·         Pengembangan produk terintegrasi strategis untuk setiap merek dan menciptakan identifikasi merek.
·         Menganalisis tren pasar dan menyiapkan srategi pemasaran yang tepat untuk target pasar, menjual produk Wings.
·         Mampu mengembangkan dan mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan, membantu pelanggan dalan pemasaran produk.
·         Mengidentifikasaikan peluang usaha dan berkomunikasi kepada pelanggan.
·         Mengembangkan kerjasama dengan pelanggan sehingga dapat memperluas bisnis dan menghasilkan keuntungan maksimal baik kepada pelanggan dan perusahaan.

2. Produksi dan Enginering
Untuk bertanggung jawab dalam menjaga proses produksi untuk mencapai target produksi dengan tetap berkonsentrasi pada kualitas barang, peralatan, pemeliharaan, dan efesiensi penggunaan bahan baku.

3. Finance dan Accounting
·         Harus mengerti administrasi, akuntansi dan konsep-konsep keuangan
·         Pengorganisasian AP & AR Pemantauan arus kas dan pengoptimalkan keuntungan jangka panjang
·         Menganalisis data akuntansi, mengidentifikasi masalah dan merencanakan perbaikan sistem
·         Bekerja sama dengan penjualan, pemasaran dan logistik Departemen, serta departemen lain

4. Logistik
·         Melibatkan Purchasing, Supply Chain Management, dan distribusi departemen
·         Memahami pembelian dan memilih mengevaluasi pemasok, memelihara hubungan dengan pemasok sehingga dapat meningkatkan kelancaran dan efisiensi perusahaan
·         Pemahaman yyang jelas tentang konsep manajemen lantai suplay dan teknik, mampu berfikir strategis dan taktis
·         Tingkat tinggi pemecahan masalah keterampilan dan kemampuan komunikasi

5. Teknologi Informasi             
·         Mampu memiliki TI yang baik
·         Mampu tur jaringan dan berurusan dengan masalah yang timbul dilapangan
·         Harus mengatur perangkat keras, memiliki pengetahuan tentang pemprograman yang solid dan analisis sistem yang mampu memberikan solusi untuk masalah
·         Mampu mengembangkan dan memelihara komunikasi canggih dan sistem informasi juga mampu bekerja dengan departemen lain


6. Sumber Daya Manusia
·         Berkomitmen utuk pengembangan sumber daya manusia dan organisasi sehingga dapat meningkan efisiensi dan produktivitas bisnis dan nilai terus meningkat baik untuk perusahaan dan karyawan
·         Harus memiliki pemahaman mendalam dan penguasaan sumber daya manusia, rekrutmen dan pelatihan strategi, serta kompensasi dan tunjangan

7. Riset dan Pengembangan
·         Harus memiliki latar belakang yang solid dan penguasaan kimia dan penelitiaan
·         Mampu mengembangkan produk yang ada sesuai dengan tren pasar
·         Bertanggung jawab untuk memilih dan menerapkan standar penerimaan bahan baku dan perencanaan proses yang efisien mampu memproduksi barang berkualitas tinggi
·         Mampu merancang kemasan yang tepat sesuai dengan fungsi
·         Berkolaborasi dengan pemasaran, produksi, logistik, dan departemen lainnya

PRODUK-PRODUK PERUSAHAAN

Wings merupakan perusahaan penghasil produk-produk rumah tangga dan pemeliharaan kesehatan diri yang bermarkas di Surabaya, Indonesia dan didirikan pada 1949. Perusahaan ini juga dibeli oleh Bank Ekonomi Raharja.
Pada tahun 2006 perusahaan ini juga tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya.
Sampai saat ini Wings telah memproduksi dan memasarkan lebih dari 40 produk. Dalam memasarkan produk-produk, perusahaan membagi dalam tiga divisi yaitu:

1.   Wings Household (Wings Surya & Lion Wings)
Boom, Daia, So Klin, So Klin Biomatic, So Klin Lantai, So Klin Pro, So Klin Softergent, Pewangi So Klin, Softener So Klin, Softener So Klin Twilight Sensation, Ekonomi, Wings Biru, Wings Putih, Wings Porcelain (WPC), Super Sol, Mama Lemon (LION Japan), Mama Lime (LION Japan)

2.   Wings Care (Wings Surya & Lion Wings)
Ciptadent, Smile Up (LION Japan), Giv, Giv White Series, Fres & Natural, Nuv, Botanical (LION Japan), Emeron Nutritive Shampoo (LION Japan), Emeron Lovely (LION Japan), Kodomo (LION Japan), Zinc (LION Japan), Zinc Hair Stylish Gel (LION Japan), Protex

3.   Wings Food (Alam Segar)
Ale Ale, Enerjos, MagiCola,Magic Berry, Magic Lemolime, Floridina, Ice Milk Jus, Jas Jus, Bumbu, Instan Sedaap, Kecap Sedaap, Sambal Sedaap, Mie Sedaap, Mi Sedaap Box, Power F, Segar Dingin, Speed Isotonik,Tea Jus, Teh Rio, Top Coffee

STRATEGI PEMASARAN DAN PENGENDALIAN MUTU

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain, intinya, yaitu : kebutuhan, keinginan dan permintaan,nilai, biaya dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan, pasar dan pemasar. Tujuan pemasaran adalah mengenal dan memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk cocok dengannya dan dapat terjual dengan sendirinya. Proses pemasaran terdiri dari analisa peluang pasar, meneliti dan memilih pasar sasaran, merancang pemasaran, merancang program pemasaran, dan mengorganisir, melaksanakan serta mengawasi usaha pemasaran.

Strategi pemasaran adalah serangkaian tindakan terpadu menuju keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran adalah :
1. Faktor mikro, yaitu perantara pemasaran, pemasok, pesaing dan masyarakat
2. Faktor makro, yaitu demografi/ekonomi, politik/hukum, teknologi/fisik dan sosial/budaya.

Sedangkan strategi dan kiat pemasaran dari sudut pendangan penjual (4 P) adalah tempat yang strategis (place), produk yang bermutu (product), harga yang kompetitif (price) dan promosi yang gencar (promotion).

Sedangkan dari sudut pandang pelanggan (4 C) adalah kebutuhan dan keinginan pelanggan (customer needs and wants), biaya pelanggan (cost to the customer), kenyamanan (convenience) dan komunikasi (comunication). Tujuan akhir dan konsep, kiat dan strategi pemasaran adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya (“total Customer Statisfaction”)

Konsep Pemasaran
· Kebutuhan,Keinginan dan Permintaan
Ada perbedaan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan manusia adalah keadaan dimana manusia merasa tidak memiliki kepuasan dasar. Kebutuhan tidak diciptakan oleh masyarakat atau pemasar, namun sudah ada dan terukir dalam hayati kondisi manusia.
keinginan adalah hasrat akan pemuas tertentu dari kebutuhan tersebut. Keinginan manusia dibentuk oleh kekuatan dan institusi sosial.
Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan sesuatu yang didukung dengan kemampuan.

Produk adalah sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan pelanggan. Pentingnya suatu produk fisik bukan terletak pada kepelikannya tetapi pada jasa yang dapat diberikannya.

· Nilai,Biaya dan Kepuasan
Nilai adalah perkiraan pelanggan tentang kemampuan total suatu produk untuk memenuhi kebutuhannya. Setiap produk memiliki kemampuan berbeda untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tetapi pelanggan akan memilih produk mana yang akan memberi kepuasan total paling tinggi.

· Pertukaran, Transaksi dan Hubungan
Kebutuhan dan keinginan manusia serta nilai suatu produk bagi manusia tidak cukup untuk menjelaskan pemasaran. Pemasaran timbul saat orang memutuskan untuk memenuhi kebutuhan serta keinginannya dengan pertukaran.
Pertukaran adalah salah satu cara mendapatkan suatu produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Pertukaran merupakan proses dan bukan kejadian sesaat. Masing-masing pihak disebut berada dalam suatu pertukaran bila mereka berunding dan mengarah pada suatu persetujuan. Jika persetujuan tercapai maka disebut transaksi. Transaksi merupakan pertukaran nilai antara dua pihak. Untuk kelancaran dari transaksi, maka hubungan yang baik dan saling percaya antara pelanggan, distributor, penyalur dan pemasok akan membangun suatu ikan ekonomi, teknis dan sosial yang kuat dengan mitranya. Sehingga transaksi tidak perlu dinegosiasikan setiap kali, tetapi sudah menjadi hal yang rutin. Hal ini dapat dicapai dengan menjanjikan serta menyerahkan mutu produk, pelayanan dan harga yang wajar secara kesinambungan.


· Pasar
Pasar terdiri dari semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan atau keinginan tertentu serta mau dan mampu turut dalam pertukaran untuk memenuhi kebutuhan atau keinginan itu. Istilah pasar untuk menunjukan pada sejumlah pembeli dan penjual melakukan transaksi pada suatu produk.

· Pemasaran dan Pemasar
Pemasaran adalah keinginan manusia dalam hubungannya dengan pasar, pemasaran maksudnya bekerja dengan pasar untuk mewujudkan transaksi yang mungkin terjadi dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasar adalah orang yang mencari sumberdaya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu.  Konsep Pemasaran Berwawasan Produk

Pelanggan akan memilih produk yang menawarkan mutu, kinerja terbaik dan inovatif dalam hal ini memuaskan perhatian untuk membuat produk yang lebih baik dan terus menyempurnakannya.

A. Konsep Pemasaran Berwawasan Menjual
Pelanggan dibiarkan saja, pelanggan tidak akan membeli produk industri dalam jumlah cukup sehingga harus melakukan usaha penjualan dan promosi yang agresif. Konsep ini beranggapan bahwa pelanggan enggan membeli dan harus didorong supaya membeli.
Konsep Pemasaran Berwawasan Pemasaran
Kunci untuk mencapai tujuan industri terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien daripada saingannya. Konsep berwawasan pemasaran bersandar pada empat pilar utama, yaitu :
1.pasar sasaran,
2. kebutuhan pelanggan,
3. pemasaran yang terkoordinir serta
4. Keuntungan.

Konsep ini telah dinyatakan dalam banyak cara :
• Memenuhi kebutuhan dengan menguntungkan
• Temukan keinginan dan penuhilah
• Cintailah pelanggan bukan produknya
• Dapatkanlah sesuai kesukaan anda
• Berusaha sekuat tenaga memberikan nilai, mutu dan kepuasan tertinggi bagi uang pelanggan.

B. Konsep Pemasaran Berwawasan Bermasyarakat
Konsep ini beranggapan bahwa tugas industri adalah menentukan kebutuhkan, keinginan serta kepentingan pasar sasaran dan memenuhi dengan lebih efektif serta lebih efisien daripada saingannya dengan cara mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan pelanggan dan masyarakat. Konsep pemasaran bermasyarakat meminta pemasar untuk menyeimbangkan tiga faktor dalam menentukan kebijaksanaan pemasaran, yaitu :
1. keuntungan industri jangka pendek,
2. kepuasan pelanggan jangka panjang dan
3. kepentingan umum dalam pengambilan keputusan.

C. Kepuasan Pelanggan Sepenuhnya (Total Customer Satisfaction)
Kepuasan adalah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja (atau hasil) yang dirasakan dibandingkan dengan harapannya. Jadi tingkat kepuasan adalah fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dengan harapan.
Kepuasan pelanggan sepenuhnya dapat dibedakan pada tiga taraf, yaitu:
1. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar pelanggan,
2. Memenuhi harapan pelanggan dengan cara yang dapat membuat mereka akan kembali lagi.
3. Melakukan lebih daripada apa yang diharapkan pelanggan.
Dari ketiga taraf diatas, keberhasilan dapat dicapai apabila sudah mencapai ketaraf 3, yaitu yang paling memberikan kepuasan kepada pelanggan.
Setiap orang di Industri mempunyai pelanggan yang harus dipuaskannya. Ini yang pertama-tama harus disadari setiap karyawan. Langkah pertama dalam usaha memuaskan pelanggan adalah menentukan dan mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan pelanggan.

SDM / CARA PENGREKRUTAN KARYAWAN
Formulir Aplikasi
Semua aplikasi harus melalui bagian aplikasi di website Wings. Beberapa poin yang harus dipertimbangkan antara lain:
Ø Test Aptitude Online
Jika aplikasi Anda berhasil Anda akan diminta untuk menyelesaikan test Aptitude untuk bisa melanjutkan ke tahap seleksi selanjutnya.
Alokasikan 1 jam bagi Anda untuk menyelesaikan tes tersebut.
Ø Assessmen oleh Manager Fungsional
Jika Anda berhasil melewati Aptitude test, Anda akan diundang ke kantor kami untuk di evaluasi secara langsung oleh Manajer Fungsional kami.
Ø Assessment Center
Ini merupakan langkah akhir dari evaluasi
Satu hari kegiatan ini akan termasuk :
Diskusi kelompok
Presentasi
Wawancara mendalam
Beberapa dari kegiatan ini didesain sesuai dengan studi kasus bisnis terkait yang memungkinkan kami melihat potensi Anda sekaligus memberikan gambaran bagaimana bekerja di Wings.
Meskipun studi kasusnya terkait dengan isu bisnis, namun Anda tidak harus memiliki pengetahun bisnis yang komprehensif untuk bisa menyelesaikannya, Anda harus bisa menggunakan kemampuan berfikir secara logis dan lateral, gunakan pengalaman Anda dan kemampuan interpersonal
FAKTOR-FAKTOR KESUKSESAN PT WINGS
Keberhasilan Wings ini didukung oleh berbagai aspek diantaranya karyawan yang berdedikasi tinggi untuk menghasilkan produk berkualitas dan competitive bagi pelanggan. Dan Wings sendiri yang mampu mempertahankan kualitas sekaligus melakukan efisiensi sehingga saat krisis-pun justru dijadikan pelaung untuk meluncurkan produk seperti Daia yang dipatok dengan harga lebih rendah dari Rinso dan Soklin. WINGS mendorong perekonomian bukan hanya nasional tapi internasional (khususnya Asia) melalui investasi dalam kapasitas tambahan, memperkenalkan produk-produk inovatif baru, mendorong proyek-proyek perbaikan seluruh organisasi, serta fokus pada human resource fokus kami HR. Sehingga pada akhirnya Wings dapat menjamin kesuksesan di milenium baru mendatang.
ANALISIS SWOT PADA PT WINGS

STRENGTHS

Kekuatan PT Wings Group, kata pakar pemasaran Hermawan Kartajaya, dia memiliki modal cukup, kemampuan teknologi dalam ramuan kimia, mitra strategis, dan pemahaman terhadap pasar Indonesia. Julukan paling tepat buat Grup Wings (PT Sayap Mas Utama) yang didirikan di Surabaya pada 1949 oleh Katuari bersama Wakijo Tanojo dan Harjo Sutanto ini adalah Sang Follower. Seorang pengamat pemasaran mengatakan, kalau mau jadi follower yang sukses, contohlah Wings. Hampir seluruh produk Wings memang mengekor market leader. Senjata andalan Wings merebut pasar (selain kualitas) terutama adalah harga yang lebih murah. Wings sangat perkasa di industri detergen melalui sejumlah merek unggulan seperti SoKlin, Daia, serta sabun colek Wings Biru dan Cream Ekonomi.

WEAKNESS

Kelemahan PT Wings Group sering dicap sebagai perusahaan Me-Too.
Sebagian besar produknya adalah untuk menantang Market Leader.
Misalnya, Mie Sedaap melawan Indomie, Detergen So Klin melawan Rinso, Daia
melawan Surf, Boom buat menghadapi BuKrim, Nuvo untuk Lifebuoy, Sabun Giv untuk
Lux, shampoo Zinc vs Clear, Ale-ale untuk Frutang, Segar Dingin buat Lasegar,
So Klin pelembut menantang Molto, Smile Up bersaing dengan Close up, Viton
melawan Pocari. Sehingga PT Wings Group dapat dikatakan minim inovatif dalam meluncurkan produk baru.

OPURTUNITY

PT wings dapat menghasilkan produk-produk yang menjadi kebutuhan pokok bagi konsumen masyarakat pada umumnya. Kelebihan dari produk-produk PT wings tersebut yaitu memiliki kualitas yang tinggi dengan harga yang erjangkau oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Dengan begitu PT wings dapat meraih pangsa pasar yang cukup besar.

THREAT

PT wings ini juga memiliki beberapa perusahaan-perusahaan pesaing yang memiliki produk sejenis seperti PT Kao dan PT Unilever. Meskipun sebagian besar produknya seperti meniru produk para market leader. Hal tersebut merupakan bagian dari strategi PT wings group untuk menghadapi para kompetitornya.

KESIMPULAN
Berdasarkan artikel tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran dan pengendalian mutu Wings Group telah sesuai dengan prosedur yang ada dan dapat dikatakan sukses, karena pertama Wings menghasilkan produk yang terjangkau masyarakat luas. Kedua, kuat dalam jaringan distribusisehingga ketika meluncurkan produk baru lebih mudah dengan dukungan distribusi yang luas dan dalam. Ketiga, menguasai industri oleochemical sehingga industri toiletris bisa dikuasai.
Kekuatan Grup Wings di bisnis toiletris karena menguasai juga bisnis hulunya. Wings memang sangat visioner dan mempunyai konsep yang jelas dalam menggarap industri. Pola ekspansi Grup Wings biasanya dengan lebih dulu menguasai industri hulu sebelum menggarap hilirnya. Di industri hulu yang menjadi kekuatannya, Grup Wings menjadi produsen alkylbenzene – bahan baku utama detergen – terbesar di Asia Pasifik lewat PT Unggul Indah Cahaya. Dengan kapasitas terpasang lebih dari 200 ribu metrik ton per tahun, perusahaan ini memasok Wings dan sejumlah produsen lokal, serta melempar ke negara ASEAN, Eropa, Amerika Serikat dan Australia. Untuk menjadi pemain global, Wings Group harus mempunyai visi yang diikuti dengan perencanaan strategi perusahaan yang bagus. Dari rekam jejak perjalanan Grup Wings, kelompok usaha ini dijalankan dengan visi dan konsep yang jelas.