Selasa, 28 Oktober 2014

Bukti Audit,Tujuan Audit,Program Audit,dan Kertas Kerja

Auditor mengawali perencanaan audit dengan meletakkan akhir audit dibenak nya,sejak awal teah disebutkan bahwa tujuan menyeluruh audit laporankeuangan adalah menyatakan pendapat tentang apakah laporan keuanganklien menyajikan secara wajar,salam semua hal yang material,sesuai denganGAAP.untuk itu auditor hars memperoleh bahan bukti audit yang cukup dankompeten sebagai dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat,disamping itu,pilihan akan bukti audit dipengaruhi oleh : 
1.Pemahaman auditor atas bisnis dan industri klien.
2.Perbandingan antara harapan auditor atas laporan keuangan  denganBuku dan catatan klien.
3.Keputusan tentang  asersi yang material bagi laporan keuangan
4.Keputusan tentang risiko bawaan dan risiko pengendalian.  

AUDIT  TOP-DOWN .Bukti audit top-down berfokus pada upaya auditor dalam bisnis dan industri,tujuan manajemen,bagaimanamanajemen menggunakan sumber dayanya untuk mencapaisasaran, memperolehpemahaman tentang keunggulan kompetitif organisasi di pasaran,proses bisnis inti,sertalaba dan arus kas yang dihasilkan.proses
audit top-down memberikan buktitentang risiko bisnis  strategis yang dihadapi klien,bagaimana klien menanggapirisiko tersebut,dan kelangsungan entitas. 

AUDIT  BOTTOM-UP
 Bukti audit bottom-up berfokus pada pengujian secara langsung antartransaksi,saldo akun,serta sistem yang mencatat transaksi tersebut yang padaakhirnya menghasilkan saldo aku.bukti audit bottom-up meliputi beberapabentuk penarikan sample transaksi,atau penarikan sample terperinci yangmendukung saldo akun.

KEPUTUSAN PENTING TENTANG BUTI AUDIT 
Ketika merencanakan audit,auditor harus membuat 4 keputusan pentingtentang lingkup dan pelaksanaan audit.keputusan tersebut meliputi : 
1.Sifat pengujian yang harus dilakukan.
2.Saat pengujian yang harus dilakukan.
3 Luas pengujian yang arus dilakukan.
4. Penetapan staff untuk melaksanakan audit.


1.SIFAT PENGUJIAN AUDIT
Sifat pengujian audit mengacu pada sifat dan efektifitas pengujian audit yang akan dilaksanakan.Per tama,prosedur audit tersebut harus dapat memberikanbukti tentang kinerja kompetitif suatu entitas atau terkait dengan tujuanspesifik yang ingin dicapai auditor.auditor juga harus mempertimbangkanbiaya relatif dan efektifitas prosedur dalam kaitannya dengan tujuan audityang spesifik. 
2SAAT PENGUJIAN AUDIT
Saat mengacu pada kapan auditor akan melaksanakan pengujian audit sertamenarik kesimpulan audit.pengujian audit pada tanggal interim dapatmemberikan pertimbangan awal mengenai masalah-masalah signifikasi yangdapat mempengaruhi laporan keuangan pada akhir tahun buku.auditor jugadapat memilih untuk melaksanakan pengujian substantif tentang kewajaransaldo akun sebelum tanggal neraca. 
3LUAS PENGUJIAN AUDITLuas prosedur audit berkaitan dengan keputusan auditor tentang berapabanyak bukti audit yang harus diperoleh .bukti yang lebih banyak diperlukanuntuk mencapai suatu tingkat resiko deteksi yang rendah dibanding dengantingkat resiko yang tinggi. 
4PENETAPAN STAFF AUDIT
Auditor harus ditugaskan pada tugas-tugas yang telah ditetapkan dan disupervisi sesuai dengan tingkat pengetahuan ,keterampilan,dan kemampuannya sehingga mereka dapat mengevaluasi bukti audit yang sedangdiperiksa. Auditor membuat 4 pilihan penting yang berkaitan dengan bukti audit
1.Bukti apa yang akan diperoleh ( sifat )
2.Bilamana akan memperoleh bukti ( saat )
3.Berapa banyak bukti yang akan diperoleh ( luas )
4.Siapa yang akan ditugaskan untuk memperoleh bukti ( staff audit )    

TUJUAN AUDIT SPESIFIK DAN BUKTI AUDIT

Asersi manajemen dalam laporan keuangan menjadi pedoman bagiauditor untuk merencanakan pengumpulan bukti audit.5 asersi manajemenyang digariskan dalam standar auditing yang berlaku umum ( GAAS) : 
1.Keberadaan dan keterjadiaan.
2.Kelengkapan.
3.Hak dan kewajiban.
4.Penilaian atau alokasi.
5.Penyajian dan pengungkapan. 
Dalam memperoleh bukti untuk mendukung pendapat atas laporanKeuangan,auditor mengembangkan tujuan audit spesifik bagi setiap akundalam laporan keuangan.auditor mengidentifikasikan tujuan audit  spesifikberdasarkan asersi manajemen dalam laporan keuangan karna setiap tujuanaudit memerlukan bukti audit yang berbeda pula. Tujuan audit spesifik dikembangkan untuk setiap asersi,selail itu tujuanaudit juga dikembangkan untuk :
1.Transaksi relevan yang mempengaruhi piutang usaha.
2.Aspek penting pada saldo akun piutang usaha sebagaimana dilaporkanpada tanggal neraca


PROSEDUR AUDIT
Prosedur audit adalah metode atau teknik yang digunakan oleh paraauditor untuk mengumpulkan dan mengevaluasi barang bukti yang mencukupidan kompeten. Berikut ini adalah 10 jenis prosedur audit :
1.Prosedur analistis
2.Inspeksi
3.Konfirmasi
4.Permintaan
5.Perhitungan
6.Penelusuran
7.Pemeriksaan bukti
8.Pengamatan  
9.Pelaksanaan ulang
10.Teknik audit berbantuan komputer  




PROGRAM AUDIT

Standar auditing yang berlaku umum menyatakan bahwa dalammerencanakan audit,auditor harus mempertimbangkan sifat luas,dan saatpekerjaan yang harus dilaksanakan serta harus mempersiapkan suatu programaudit tertulis untuk setiap audit.program audit menyatakan bahwa proseduraudit yang diyakini oleh auditor merupakan hal yang penting untuk mencapaiyujuan audit.bentuk program audit akan sangat beragam tergantung padakondisi audit,praktik,serta kebijakan kantor akuntan tersebut. Program audit juga mendokumentasikan strategi audit.biasanya auditorberusaha menyeimbangkan prosedur audit
top-downdanbottom-upketikamengembangkan suatu program audit.
Strategi audit biasanya meliputikeseimbangan antara prosedur  pelaksanaan untuk memperoleh pemahaman tentang bisnis klien dengan pengendalian intern nya.membandingkan saldo keuangan dengan jumlah yang diharapkan,serta menentukan keseimbanganantara pengujian pengendalian dan pengujian substantif.


KERTAS KERJA
 Merupakan catatan yang disimpan oleh auditor tentang prosedur audityang diterapkan,pengujian yang dilaksanakan,indormasi yang diperoleh,dankesimpulan masalah yang dicapai dalam audit.Kertas kerja memberikan :
1.Dukungan utama bagi laporan audit.
2.Cara untuk melakukan koordinasi dan supervisi audit.
3.Bukti bahwa audit dilaksanakan sesuai dengan GASS
  
J ENIS KERTAS KERJA
1.Kertas kerja neraca saldo
2. Skedul dan analisis
3.Memoranda audit dan dokumentasi informasi penguat.
4.Ayat jurnal penyesuaian dan reklasifikasi. 

MENYUSUN KERTAS KERJA
1.Judul.
Setiap kertas kerja harus memuat nama klien,judul deskriptif yang dapatmengidentifikasikan isi dari kertas kerja tersebut.
2.Nomor indeks.
Setiap kertas kerja diberi nomor indeks atau nomor referensi untuktujuan identifikasi atau pengarsipan.
3.Referensi silangData dalam kertas kerja yan diambil dari kertas kerja lainnya atau yangdigunakan dalam kertas kerja lain harus diberi referensi silang dengannomor.
4.Tanda koreksiMenunjukan bahwa auditor telah melaksanakan sejumlah prosedurpada item item dimana tanda pengecekan tersebut diberikan.
5.Tanda tangan dan tanggal
Setelah menyelesaikan msing-masing tugasnya,penyusunan atau pre-review kertas kerja harus membubuhkan paragraf dan tanggal padakertas kerja.hal ini dimaksud untuk menetapkan tanggung jawab ataspekerjaan dan review yang dilaksanakan


Persamaan dan Perbedaan Laporan Keuangan Sektor publik dan swasta (private)


Perbedaan
A. Akuntansi Publik sektor pemerintahan
   – Laporan Keuangan menggunakan Standar Akuntansi Pemerintah yang diatur dengan PP.No.24 Tahun  2005
    – Laporan Keuangan terdiri dari
     a. LRA (Laporan Realisasi Anggaran)
     b. Neraca
     c. Arus Kas
     d. CaLK
   – Dalam SAP Persamaan akuntansinya menjadi Kewajiban – Asset = Ekuitas
  – Akun-akun dalam akuntansi pemerintahan sangat baku sesuai dengan yang tercantum dalam SAP, sehingga tiap entitas tidak dapat merubah atau menambah akun – akun yang lainnya.
   – Tidak ada neraca konsolidasi antara Pusat dan Daerah karena memiliki kewenangan dan tanggung jawab yang berbeda.
   – Struktur neraca dalam akuntansi publik yaitu:
     a. Aktiva
        - Aktiva lancar
        - Investasi Jangka Panjang
        - Aktiva tetap
        - Dana Cadangan
        - Aktiva lain-lain
     b. Kewajiban
        - Kewajiban Jangka Pendek
        - Kewajiban Jangka Panjang
     c. Ekuitas
     d. Surplus/ Defisit
        – Struktur LRA (Laporan Realisasi Anggaran) dalam akuntansi publik yaitu:
          a. Pendapatan
          b. Belanja
          c. Pembiayaan (Penerimaan/Pengeluaran)
        – Struktur Laporan Arus kas
          a. Aktivitas Operasi
             - Aliran Kas masuk
             - Aliran Kas Keluar
          b. Aktivitas Investasi 
          c. Aktivitas Pembiayaan
          d. Saldo awal dan saldo Akhir
             – Namun dalam Laporan Keuangan pada (SKPD) Satuan Kerja Perangkat Daerah pada Daerah baik Kota/Kab maupun Provinsi tidak memiliki laporan arus kas, karena yang menyusun laporan arus kas hanya entitas Pelaporan yang terdapat di SKPKD (Pemerintahan Daerah)
B. Akuntansi Swasta
   - Laporan Keuangan menggunakan (SAK) Standar Akuntansi Komersial
   - Laporan Keuangan terdiri dari
     a. Neraca
     b. Laporan Laba/Rugi
     c. Arus Kas
     d. Perubahan Modal
   - Persamaan Akuntansi sektor swasta ialah Asset = Kewajiban – Modal
   - Akun-akun dalam akuntansi swasta sangat fleksibel dimana tiap entitas dapat menambah atau mengurangi akun-akun
   - Basis akuntansi yang digunakan adalah Basis Cash
   - Terdapat Neraca Konsolidasi antara Induk Perusahaan dan anak perusahaan
   - Struktur Neraca Konsolidasi contoh PT.Mayora Indah,Tbk (terlampir)
     a. Aktiva
     b. Aktiva Lancar
     c. Aktiva Tidak Lancar
     d. Kewajiban
     e. Kewajiban Lancar
     f. Kewajiban tidak lancar
     g. Goodwill Negatif
     h. Hak Minoritas atas aktiva bersih anak perusahaan
     i. Ekuitas
   - Sturktur Laba-Rubi Konsolidasi
     a. Penjualan Bersih
     b. Beban Pokok Penjualan
     c. Laba Kotor
     d. Beban Usaha
     e. Laba Usaha
     f. Laba sebelum Hak Minoritas atas laba bersih anak perushaan
     g. Hak Minoritas atas laba bersih anak perushaan
     h. Laba Bersih
     i. Laba Persaham


Persamaan

A. Siklus Akuntansi baik publik atau swasta memiliki kesamaan namun terdapat Jurnal tambahan pada akuntansi publik yaitu Jurnal Korolari, dimana jurnal tersebut dibuat untuk merubah basis cash menjadi basis accrual sehingga hasil Realisasi Anggaran dapat merubah posisi keuangan pada Neraca.
B. Posisi Saldo Normal memiliki kesamaan :
   - Akun saldo normal Bertambah Berkurang
   - Assets/Kas Debet Debet Kredit
   - Kewajiban Kredit Kredit Debet
   - Pendapatan Kredit Kredit Debet
   - Modal/ Ekuitas Kredit Kredit Debet
   - Beban/Belanja Debet Debet Kredit


KENAPA MINUS DIKALI MINUS HASILNYA PLUS...?

# KENAPA MINUS DIKALI MINUS HASILNYA PLUS...?
Mengapa plus dikali plus hasilnya plus & juga kalau minus dikali plus atau sebaliknya plus dikali minus hasilnya minus? Anehnya pula, kenapa minus dikali minus hasilnya plus ?
Hikmahnya adalah:
» Mengatakan ”Benar”terhadap hal-hal yang”Benar”adalah suatu tindakan yang”Benar”atau bahasa matematikanya seperti ini”+ x + = +”
» Mengatakan ”Benar”terhadap sesuatu yang”Salah”adalah suatu tindakan yang”Salah”atau dengan kata lain”+ x – = -”
» Mengatakan ”Salah”terhadap sesuatu yang”Benar”adalah suatu tindakan yang”Salah”atau penulisan logika matematikanya seperti ini”- x + = -”
» Terakhir, mengatakan ”Salah”terhadap sesuatu yang”Salah”adalah suatu tindakan yang”Benar”atau”- x – = +”
Semua rumus matematika diatas merupakan. Ketetapan Allah & terangkum dalam kalimat:”Qullilhaqqo wa in kaana murron”(Katakan yang sebenarnya walau itu pahit rasanya).
Subhanallah...
Salam terkasih buat yang baca
Semoga bermanfaat.


Selasa, 21 Oktober 2014

Gambaran Umum Proses Audit


Gambaran Umum Proses Audit
 PENGETAHUAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI
Pemahaman bisnis dan idustri klien sangatlah penting bagi para auditor untuk menelusuri dan mengelompokkan industri-industri tersebut sebagai bahan perencanaan audit. Auditor perlu memahami peristiwa-peristiwa, transaksi-transaksi, dan praktik-praktik yang dapat berpengaruh secara signifikan pada laporan keuangan. Pengelompokan ini mendorong mereka untuk saling berbagi pengetahuan tentang penggerak ekonomi yang mendasari profitabilitas industri dan untuk mengembangkan keahlian yang mendalam tentang praktik terbaik dalam suatu industri. Oleh karena itu, banyak CPA yang mengambil spesialisasi untuk memahami bidang akuntansi keuangan, perpajakan, serta konsultasi masalah-masalah bagi beberapa industri dan tidak mengkhususkan diri pada bidang audit atau perpajakan saja.
I.   MENGEMBANGKAN HARAPAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Mengembangkan harapan atas laporan keuangan melibatkan penggunaan pengetahuan tentang kinerja bisnis untuk mengembangkan harapan atas jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Pertama, kesadaran terhadap kecenderungan dan faktor-faktor persaingan membantu auditor dalam mengembangkan harapan atas laporan keuangan dan untuk mengevaluasi risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan. Selanjutnya, perlu diamati bahwa dari daftar 10 pekerja swasta terbaik pada kebanyakan negara bagian dewasa ini, hanya sedikit saja perusahaan yang memiliki 10 pekerja swasta terbaik dari satu dekade sebelumnya.
II.   PENGARUH INDUSTRI TERHADAP SISTEM INFORMASI
Pemahaman atas bisnis dan industri akan membantu seorang auditor memahami masalah-masalah sistem informasi yang penting bagi seorang klien. Auditor harus senantiasa melakukan pendekatan audit dengan pemahaman praktik terbaik dalam industri terkait. Selanjutnya, auditor harus memahami implikasi pekerjaan audit apabila sistem informasi dan pengendalian intern perusahaan berbeda dari praktik industri pada umumnya.
III.   MENGEVALUASI KELAYAKAN ESTIMASI AKUNTAN
Pengetahuan tentang bisnis dan industri akan membantu auditor dalam mengevaluasi kelayakan estimasi akuntansi serta representasi manajemen. Pemahaman audior tentang praktik bisnis dan tekanan persaingan dalam suatu industri akan menjadi dasar untuk menilai kelayakan penyajian klien dan membuat pertimbangan profesional yang bermutu tinggi atas laporan keuangan.
IV.   GAAP UNTUK INDUSTRI SPESIFIK
Terdapat banyak aspek kunci dalam GAAP yang digunakan secara khusus untuk industri tertentu. Banyak industri yang memiliki pedoman akuntansi dan audit yang spesifik, serta terdapat praktik akuntansi yang lazim lainnya bagi industri tertentu.
V.   DASAR UNTUK JASA BERNILAI TAMBAH LAINNYA
Pengetahuan tentang sumber daya dan proses inti dalam industri membantu dalam menilai kelayakan laporan keuangan dan membuat CPA mampu memberikan bantuan yang bernilai bagi manajemen dan dewan direksi, misalnya dalam menentukan apakah :
Manajemen telah mengevaluasi risiko bisnis secara benar.
Manajemen senantiasa memantau ukuran kinerja secara benara.
Sistem informasi klien telah cukup mendukung manajemen.
ASERSI MANAJEMEN
Laporan keuangan terdiri dari asersi manajemen yang eksplisit dan implisit. Asersi ini merupakan hal yang penting karena menjadi pedoman auditor dalam pengumpulan bukti. Auditing Standards Board (ASB) dalam SAS 31, Evidential Matter (AU 326.03), telah mengakui 5 kategori asersi laporan keuangan sebagai berikut :
Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence)
Berkaitan dengan apakah aktiva atau kewajiban entitas memang benar-benar ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat benar-benar telah terjadi delama periode tersebut.
Kelengkapan (completeness)
Berkaitan dengan apakah semua transaksi dan akun yang harus disajikan dalam laporan keuangan benar-benar telah dicantumkan.
Hak dan kewajiban (rights ang obligations)
Berkaitan dengan apakah aktiva telah menjadi hak entitas dan hutang memang telah menjadi kewajiban entitas pada suatu tanggal tertentu.
Penilaian atau alokasi (valuation or allocation)
Berkaitan dengan apakah komponen aktiva, kewajiban, pendapatan, dan beban telah dicantumkan di dalam laporan keuangan dengan jumlah yang semestinya (telah ditentukan sesuai GAAP dan dicatat serta dihitung secara cermat.
Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)
Berkaitan dengan apakah komponen tertentu laporan keuangan telah digolongkan, diuraikan, dan diungkapkan sebagaimana mestinya.
MATERIALITAS
Pernyataan konsep FASB No.2 mendefinisikan materialitas sebagai “besarnya pengabaian atau salah saji informasi akuntansi yang dalam kaitannya dengan kondisi di sekitarnya, akan memungkinkan pertimbangan pihak yang berkepentingan yang mengandalkan informasi tersebut akan berubah atau terpengaruh oleh pengabaian atau salah saji tersebut”.
RISIKO AUDIT
Risiko audit adalah risiko auditor tanpa sadar tidak melakukan modifikasi pendapat sebagaimana mestinya atas laporan keuangan yang mengandung salah saji material. Dalam praktik, seorang auditor tidak hanya harus mempertimbangkan risiko audit untuk setiap saldo akun dan golongan transaksi saja, tetapi juga setiap asersi yang relevan dengan saldo akun dan golongan transaksi yang material. Para auditor menguraikan risiko audit sebagai suatu fungsi dari 3 komponen :
Risiko Bawaan
Kerentanan suatu asersi terhadap kemungkinan salah saji yang material, dengan asumsi tidak terdapat pengendalian internal yang terkait.
Risiko Pengendalian
Risiko terjadinya salah saji yang material dalam suatu asersi yang tidak akan dapat dicegah atau dideteksi secara tepat waktu oleh struktur pengendalian intern entitas.
Risiko Deteksi
Risiko yang timbul karena auditor tidak dapt mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu asersi.
HUBUNGAN ANTARA RISIKO AUDIT DAN BUKTI
Audit dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai, bukan keyakinan yang absolut bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji yang material. Audit juga tidak menjamin bahwa laporan keuangan telah bebas dari salah saji yang material.
MODEL RISIKO AUDIT
Model risiko audit dapat dinyatakan secara kuantitatif sebgai berikut :
AR = IR x CR x DR
Di mana :
AR = Risiko audit
IR   = Risiko bawaan
CR  = Risiko pengendalian
DR = Risiko deteksi
BUKTI AUDIT
KECUKUPAN BUKTI AUDIT
Materialitas dan Risiko
Diperlukan bukti yang lebih banyak untuk akun yang material dibandingkan dengan akun yang tidak material.
Faktor-faktor Ekonomi
Seorang auditor bekerja dalam batasan ekonomi yang menentukan bahwa kecukupan bukti harus diperoleh dalam batasan waktu dan biaya yang memadai. Dengan demikian, seorang auditor seringkali menghadapi keputusan apakah penambahan waktu dan biaya akan memberikan manfaat ayng sepadan berupa perolehan bukti audit yang lebih meyakinkan.
Ukuran dan Karakteristik Populasi
Semakin besar populasi maka akan semakin besar pula jumlah bukti yang diperlukan untuk memperoleh dasar yang memadai guna menarik kesimpulan tentang hal itu. Hubungan yang pasti antara ukuran populasi, karakteristik populasi dan ukuran sampel bergantung pada tujuan dan sifat rencana penarikan sampel yang sedang digunakan.
KOMPETENSI BUKTI AUDIT
Kompetensi informasi penguat bergantung pada banyak faktor. Pertimbangan yang telah diterapkan secara luas dalam auditing adalah :
Relevansi
Relevansi berarti bahan bukti harus berkaitan dengan tujuan audit yang telah ditetapkan auditor. Auditor harus mewaspadai hubungan antara bukti audit dengan tujuan audit, termasuk bagaimana bukti audit tersebut menguraikan substansi ekonomi yang mendasari asersi.
Sumber
SAS 31 (AU 326.19) tentang Evidential Matter, mengakui anggapan tentang pengaruh sumber informasi terhadap kompetensi atau keandalan bahan bujti sebagai berikut :
ü  Apabila bukti dapat diperoleh dari sumber independen di luar entitas, maka bukti itu akan memberikan keyakinan yang lebih besar atas reliabilitas atau keandalan dibandingkan dengan informasi yang hanya diperoleh dalam entitas itu sendiri.
ü  Semakin efektif struktur pengendalian internakan semakin memberikan keyakinan tentang reliabilitas data akuntansi dan laporan keuangan.
ü  Pengetahuan yang diperoleh secara langsung oleh seorang auditor, melalui pemeriksaan fisik, pengamatan, perhitungan, dan inspeksi, akan semakin meyakinkan dibandingkan informasi yang diperoleh secara tidak langsung.
Ketetapan Waktu
Ketetapan waktu berkaitan dengan tanggal berlakunya bukti audit, seperti transaksi kas, penjualan, serta transaksi pembelian pada tanggal laporan keuangan.
Objektivitas
Bukti audit yang bersifat objektif pada umumnya dianggap lebih dapat diandalkan dibandingkan dengan bukti audit yang bersifat subjektif. Dalam menghadapi bukti audit yang bersifat subjektif ini, auditor harus :
ü Memahami substansi ekonomi dari proses yang menjadi subjek estimasi
ü Mempertimbangakan ketepatan estimasi akuntansi yang dilakukan di masa lalu
ü Mengevaluasi kelayakan estimasi transaksi yang terjadi setelah tanggal akhir tahun buku.
PENGKLASIFIKASIAN PROSEDUR AUDIT
Prosedur untuk Memperoleh Pemahaman
Dalam melaksanakan audit, seorang auditor biasanya melaksanakan prosedur untuk memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri klien berikut faktor-faktor yang dapat mempengaruhi risiko bawaan pada asersi laporan keuangan.
Pengujian Pengendalian
Pengujian pengendalian dilakukan untuk memperoleh bukti audit tentang efektivitas rancangan dan operasi kebijakan dan prosedurstruktur pengendalian intern.
Pengujian Substantif
Terdiri dari :
ü  Prosedur analitis
Meliputi penggunaan perbandingan untuk menilai kewajaran, misalnya membandingkan saldo suatu akun dengan data nonkeuangan yang terkait dengan saldo akun tersebut, seperti penjualan lantai toko pengecer per kaki persegi.
ü  Pengujian terinci atas transaksi
Meliputi pemeriksaan dokumen pendukung dari setiap satuan transaksi yang dibukukan pada sebuah akun tertentu, misalnya melakukan pemeriksaan dokumen pendukung untuk sisi debet akun piutang usaha terhadap ayat jurnal pada jurnal penjualan serta faktur pendukung penjualan.
ü  Pengujian terinci atas saldo
Meliputi pemeriksaan dokumen pendukung untuk saldo akhir secara langsung, misalnya melakukan konfirmasi langsung kepada salah seorang pelanggan tentang saldo piutang usaha.
MENGEVALUASI BUKTI AUDIT YANG DIPEROLEH
Secara bersamaan, ketiga kategori prosedur audit tersebut harus memungkinkan auditor memperoleh bukti audit yang diperlukan untuk memenuhi stndar ketiga pekerjaan lapangan. Untuk memastikan hal ini adalah kasus, verifikasilah evaluasi bukti yang ada disepanjang proses audit pada setiap asersi laporan keuangan, dan pada akhir audit ketika auditor dapat memutuskan jenis pendapat yang harus dinyatakan dalam laporan audit.
PERTIMBANGAN JASA BERNILAI TAMBAH
Para CPA yang melaksanakan audit telah memperoleh penghargaan publik, bukan saja karena kemampuan mereka untuk mengaudit laporan keuangan, namun juga karena ketajaman bisnis mereka ynag menyeluruh. Agar dapat melaksanakan audit laporan laporan keuangan secara efektif, seorang CPA harus mampu :
Menerapkan peraturan etika pada profesi.
Memahami sasaran dan tujuan entitas dan menemukan tingkat pencapaian sasaran dan tujuan.
Memahami alur transaksi dan sistem informasi klien, serta mengantisipasi bagaimana keseluruhan transaksi akan mempengaruhi entitas.
Memahami struktur pengendalian intern perusahaan dan mengevaluasi bagaimana tingkat manfaat yang dapat diberikan pada perusahaan.
Menilai risiko, memverifikasi asersi manajemen, dan mendokumentasikan kesimpulan audit.
Mengevaluasi arus kas, profitabilitas, likuiditas, solvensi, siklus operasi, serta kinerja klien dalam lingkungan industri secara relatif terhadap para pesaingnya.
TOLAK UKUR KINERJA PERUSAHAAN DAN PENGUKURAN KINERJA
Auditor seringkali membandingkan tolak ukur kinerja perusahaan secara relatif dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Biasanya auditor memiliki akses ke statistik dan informasi industri tentang kinerja perusahaan terbaik dalam suatu industri.
PERENCANAAN BISNIS
CPA seringkali membantu dengan cara melakukan review rencana bisnis dan memberikan saran tentang bagaimana rencana bisnis dapat ditingkatkan.
PENGUKURAN RISIKO
Pengukuran risiko merupakan jasa bernilai tambah yang penting di mana auditor sering memliki pengetahuan khusus tentang industri. Identifikasi risiko adalah sebuah langkah penting dalam mengelola risiko.
PENILAIAN BISNIS
Bisnis seringkali dinilai dengan menggunakan kombinasi dari 3 metode, yaitu metode :
Nilai pasar dari aktiva bersih
Arus kas yang didiskontokan
Harga laba berganda
RANCANGAN DAN KEANDALAN SISTEM INFORMASI
Para auditor sangat mahir dalam mengevaluasi sistem pengendalian intern dan sistem informasi perusahaan. Melalui evaluasi tersebut, auditor dapat memberika saran untuk meningkatkan keandalan sistem informasi yang digunakan untuk membuat keputusan bisnis.
MENGKOMUNIKASIKANTEMUAN-TEMUAN
LAPORAN AUDITOR ATAS LAPORAN KEUANGAN
Komunikasi temuan-temuan audit yang utama dimjuat dalam laporan auditor atas laporan keuangan. GAAS menyatakan bahwa auditor akan menerbitkan laporan yang memuat pernyataan pendapat tentang laporan keuangan secara menyeluruh, atau menyatakan bahwa tidak dapat meberikan pendapat atas laporan keuangan.
KOMUNIKASI LAIN YANG DIPERLUKAN
Di samping menerbitkan laporan atas laporan keuangan, standar profesional mengharuskan auditor membahas masalah-masalah tertentu dengan komite audit, atau dengan orang-orang dari tingkat wewenang dan tanggung jawab yang setara dengan komite audit (dewan direksi, dewan perwalian, atau seorang pemilik pada perusahaan perorangan). Masalah-masalah tersebut adalah :
Pengendalian intern
Kebijakan akuntansi yang signifikan
Pertimbangan manajemendan estimasi akuntansi
Penyesuaian audit yang signifikan
Informasi lain yang dimuat dalam laporan keuangan yang telah diaudit
Perbedaan pendapat dengan manajemen
Konsultasi dengan akuntan lain
Kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan audit

KEWAJIBAN LEGAL AUDITOR


KEWAJIBAN LEGAL AUDITOR
LINGKUNGAN YURIDIS
          Sepanjang prespektif sejarah, dapat dicatat bahwa profesi akuntan memiliki presentase yang sangat rendah dalam hal perbandingan antara dugaan kegagalan audit terhadap jumlah audit yang dilaksanakan.
Krisis yang tidak terjadi ini tidak hanya terbatas pada profesi akuntan saja. Suatu studi yang diselengarakan oleh kelompok Konsultan Hukum dan Ekonomi pada tahun 1993, menunjukan bahwa gugatan class action tentang kecurangan (fraud) dalam bidang sekuritas yang diterbitkan tanpa jaminan, diajukan terhadap satu dari setiap delapan perusahaan pada New York Stock Exchange, satu dari setiap 18 perusahaan pada American Exchange, sertasatu dari setiap 20 perusahaan pada NASDAQ.
Tumbuhnya kesadaran akan adanya masalah pada system peradilan, mendorong terbentuknya Coalition to Eliminate Abusive Securities Suits (CEASS). Koalisi ini terdiri dari AICPA, kantor akuntan Enam Besar, para penjamin asuransi, lebih dari 300 perusahaan manufaktur, pengecer, dan asosiasi niaga. Koalisi ini berusaha memenangkan perubahan undang-undang.
KEWAJIBAN MENURUT HUKUM KEBIASAAN (COMMON LAW)
Common law sering kali diartikan sebagai hukum yang tidak tertulis. Hukum ini berdasarkan atas keputusan pengadilan dan bukan atas hukum yang dibuat dan disahkan oleh pihak legislative. Common law berasal dari prinsip-prinsip yang berdasarkan keadilan, alasan, dan hal-hal yang masuk akal, dan bukanya hukum yang absolute, tetap dan baku. Prinsip-prinsip common law ditentukan oleh kebutuhan sosial masyarakat. Oleh karena itu perubahan pada common law merupakan tanggapan atas kebuthan masyarakat.
Menurut common law, kewajiban hukum para CPA berkaitan dengan dua pihak, yaitu para klien dan pihak ketiga:
  • Kewajiban Kepada Klien
Seorang CPA berada dalam hubungan kontraktual lagsung dengan klien. Dengan menyetujui untuk melaksanakan jasa bagi klien, CPA berperan sebagai kontraktor independen.
Cirri khas suatu perikatan audit adalah anggapan bahwa audit akan dilakukan sesuai dengan standar profesional yaitu, standar auditing yang berlaku umum(GAAS), kecuali kontrak menyebutkan kalimat lain yang berarti sebaliknya. Seorang akuntan bertanggung jawab kepada klien sesuai dengan hukum kontrak atau tor law(hukum yang mengatur tentang tuntutan ganti rugi).
  • Hukum Kontrak (Contract Law)
            Seorang auditor bertanggung jawab kepada klien atas pelanggaran kontrak (breach of contract), apabila ia :
1 Menerbitkan laporan audit standar tanpa melakukan audit sesuai dengan GAAS
2 Tidak mengirimkan laporan audit sesuai dengan batas waktu yang telah disepakati
3 Melanggar hubungan kerahasiaan klien
Kewajiban auditor atas pelanggaran kontrak dapat meluas sampai subrogee. Subrogee adalah pihak yang memperoleh hak pihak lain melalui substitusi. Apabila terjadi pelaggaran kontrak, biasanya penggugat akan mencari satu atau lebih jalan keluar sebagai berikut :
1)      Kewajiban spesifik tergugat dalam kontrak
2)Kerugian keuangan langsung yang terjadi akibat pelanggaran tersebut
3)Kerugian terkait dan kerugian sebagai konsekuensi yang merupakan akibat tidak langung atas pelanggaran tersebut
  • Hukum Kerugian (Tort Law)
Seorang CPA juga bertanggung jawab kepada klien menurut hukum kerugian. Tindakan merugikan (tort action) adalah tindakan salah yang merugikan milik, badan, atau reputasi seseorang. Tindakan merugikan dapat dilakukan berdasarkan salah satu penyebab berikut :
v  Kelalaian yang biasa (ordinary negligence), yaitu kelalaian untuk menerapakn tingkat yang biasa dilakukan secara wajar oleh orang lain dalam kondisi yang sama.
v  Kelalaian kotor (gross negligence), kelalaian untuk menerapkan tingkat kecermatan yang paling ringan pada suatu kondisi tertentu.
v  Kecurangan (fraud), yaitu penipuan yang direncanakan, misalnya salah saji, menyembunyikan, atau tidak mengungkapkan fakta yang material, sehingga dapat merugikan pihak lain.
  • Kewajiban Kepada Pihak Ketiga
Pihak ketiga (third party) dapat didefinisikan sebagai seorang yang tidak mengetahui tentang pihak-pihak yang ada di dalam kontrak. Menurut sudut pandang hukum, terdapat dua kelompok pihak ketiga, yaitu :
  1. Pemegang hak utama (primary beneficiary) adalah seorang yang namanya telah diketahui oleh seorang auditor sebelum audit dilaksanakan sebagai penerima utama laporan auditor. Sebagai contoh, pada saat surat perikatan ditandatangani, klien memberitahu auditor bahwa laporan akan digunakan untuk mendapatkan pinjaman dari City National Bank, maka bank terebut akan menjadi pemegang hak utama.
  2. Pemegang  hak lainnya (other beneficiary) adalah pihak ketiga yang namanya tidak disebutkan seperti para kreditor, pemegang saham, dan investor potensial.
Auditor bertanggung jawab kepada semua pihak ketiga atas semua kelalaian kotor dan kecurangan menurut menurut hukum kerugian (tort law), sebaliknya kewajiban auditor atas kelalaian biasa pada umumnya berbeda antara kedua kelompok pihak ketiga tersebut.
PEMBELAAN DALAM COMMON LAW
          Pada umumnya auditor harus menggunakan kecermatan sebagai pembelaan dalam gugatan pelanggaran kontrak termasuk tuntutan ganti rugi atas kelalaian. Dalam hal tuntutan ganti rugi, pembelaan utama adalah bukti kecermatan atas kelalaian kontributif.
Apabila mengunakan pembelaan berdasarkan kecermatan (due care defence), auditor harus berusaha membuktikan bahwa audit tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan GAAS. Kertas kerja auditor merupakan alat yang penting dalam pembelaan. Selain itu, auditor harus dapat meyakinkan siding pengadilan bahwa pada dasarnya dalam proses udit terdapat batasan-batasan yang bersifat melekat. Dengan demikian, karena digunakan teknik pengujian efektif, maka terdapat resiko bahwa kesalahan yang material atau penyimpanan yang ada, dapat saja tidak terdeteksi.
KEWAJIBAN MENURUT UNDANG-UNDANG PASAR MODAL
Undang-undang sekuritas tergolong sebagai atau hukum Negara (statutory law) yang ditetapkan oleh lembaga legislative pada tingkat Negara bagian atau tingkat federal. Sebagian besar Negara bagian memiliki Undang-undang pengamanan surat berharga (blue sky lawsyang dimaksudkan untuk mengatur penerbitan dan perdagangan sekuritas dalam suatu Negara bagian. Biasanya Undang-undang ini mewajibkan pengarsipan laporan keuangan yang telah diaudit oleh suatu badan pengtur yang ditunjuk.
Dua fakotr yang memberikan kontribusi pada pengungkapan yang lebih luas pada kewajiban hukum menurut Undang-undang sekuritas dibandingkan dengancommon law adalah
1)      Undang-undang tahun 1933 memberikan hak kepada pihak ketiga tertentu yang namanya tidak disebutkan untuk menguugat auditor atas kelalaian biasa.
2)      Tuduhan kejahatan dapat dikenakan pada auditor menurut Undang-undang tahun 1933 maupun tahun 1934.
SECURITIES ACT TAHUN 1933
            Undang-undang tahun 1933 ini dikenal sebagai kebenaran dalam Undang-undang sekuritas (Truth in Securities Act). Undang-undang ini rancang untuk mengatur penawaran sekuritas kepada publik melalui pos atau melalui interstate commerce. Gugatan melawan auditor menurut Undang-undang ini biasanya didasarkan pada  pasal 11 tentang kewajiban perdata atas akun pada laporan pendaftaran yang tidak benar .
Pasal 11 tersebut mencantumkan dua istilah kunci, yaitu fakta yang material (material fact) dan laporan keuangan yang menyesatkan (misleading financial statement). Istilah tersebut didefinisikan oleh SEC sebagai berikut :
Istilah ‘’materil’’ apabila digunakan untuk mengubah persyaratan dalam pemberian informasi perihal apapun, akan membatasi informasi yang diperlukan pada masalah-masalah tersebut, dimana seorang investor yang rata-rata beriskap hati-hati harus member informasi yang layak.
Laporan keuangan dianggap dapat menyesatkan atau tidak akurat apabila masalah material disajaikan dalam laporan keuangan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang tidak memiliki dukungan kewenangan, atau memiliki dukungan kewenangan namun pengunaanya bertentangan dengan peraturan SEC.
Sesuai dengan ketentuan perdata dari Undang-undang tahun 1933, kerugian keuangan yang dapat diperoleh kembali oleh seorang penggugat dibatasi pada perbedaan antara (1) jumlah yang dibayar investor untuk sekuritas tersebut dan (2) harga pasar atau harga jual pada saat gugatan diajukan. Apabila sekuritas tersebut telah dijual, maka jumlah yang dapat dibayarkan sebagai ganti rugi adalah selisih antara jumlah yang dibayarkan dikurangi dengan harga jual.
Pengaru utama Undang-undang ini atas pihak-pihak yang terlibat dalam suatu gugatan dapat diringkas sebagai berikut :
Penggugat
v  Setiap orang yang membeli atau mengakuisisi sekuritas seperti yang diuraikan dala mlaporan pendaftaran, tanpa memandang apakah ia merupakan klien auditor atau tidak.
v  Harus mendasarkan gugatannya pada dugaan pemalsuan yang material atau laporan keuangan yang menyesatkan yang ada dalam laporan pendaftaran.
v  Apabila pembelian sekuritas dilakukan sebelaum penerbitan laporan laba-rugi yang meliputi periode setidaknya 12 bulan setelah tanggal efektif laporan pendaftaran, pengugat tidak harus membuktikan adanya ketergantungan pada keandalan laporan yang tidak benar atau yang menyesatkan atau bahwa kerugian yang diderita diperkirakan sebagai akibat laporan keuangan tersebut.
v  Tidak harus membuktikan bahwa auditor telah melakukan kelalaian atau kecurangan dalam mengesahkan laporan keuangan terkait.
Tergugat
  • Memiliki beban untuk menegakan kebebasan dari kelalaian dengan cara membuktikan bahwa ia telah melakukan investigasi yang memadai dan sesuai dengan itu pemilik dasar yang memadai untuk percaya, dan memang percaya bahwa laporan keuangan yang disahkan adalah benar pada tanggal laporan tersebut serta pada saat laporan pendaftaran menjadi efektif.
  • Melalui pembelaan harus menunjukkan bahwa kerugian penggugat secara keseluruhan atau sebagian disebabkan oleh hal lain diluar laporan yang dianggap tidak benar atau menyesatkan tersebut.
Konsep investigasi yang memadai sering merujuk pada pembelaan berdasarkan kecermatan (due diligence defence). Pasal 11 (c) menyatkan bahwa standar kelayakan adalah kecermatan yang diperlukan oleh orang yang bersikap hati-hati  dalam mengelola harta benda sendiri. Bagi seorang auditor, dasar dari investigasi yang memadai atas laporan keuangan yang telah dibuat adalah GAAS.
SECURITIES EXCHANGE ACT TAHUN 1934
            Undang-undang ini disahkan untuk mengatur perdagangan sekuritas di masyarakat. Undang-undang tahun 1934 ini mewajibkan perusahaan-perusahaan yang termasku dalam lingkup undang-undang ini untuk :
  1. Mengarisipkan laporan pendaftaran apabila sekuritas tersebut diperdagangkan secara terbuka kepada masyarakat melalui pasar bursa efek atau pasar diluar bursa efek (over the counter).
  2. Menjaga agar arsip laporan pendaftaran tersebut tetap mutakhir dengan cara mengarsipkan laporan tahunan, laporan kuartalan, dan informasi-informasi lain yang berkaitan dengan SEC.
Informasi keuangan tertentu, temasuk laporan keuangan, harus diaudit oleh akuntan public independen. Karena adanya persyaratan laporan yang berulang dengan SEC, maka Undang-undang ini sering disebut sebagai continuous disclosure act (Undang-undang pengungkapan berkelanjutan)
Undang-undang sekuritas dapat diterpakan pada situasi yang berbeda. Undang-undang tahun 1933 diterapkan pada penjualan perdana sekuritas yang dapat terdiri dari modal saham dan obligasi kepada public oleh korporasi penerbit, dimana undang-undang tahun 1934 diterapkan pada penjualan perdana dan perdagangan ekuritas di bursa sekuritas nasional. Perbedaan antara undang-undang tahun 1933 dan undang-undang tahun 1934 terletak pada :
1)Penggugat
2)Bukti ketergantungan untuk mengandalkan laporan keuangan yang tidak benar atau menyesatkan
3)Kewajiban auditor atas kelalaian biasa.
PRIVATE SECURITIES LITIGATION REFORM ACT TAHUN 1995
            Undang-undang Private Securities Litigation Reform yang disahkan kongres pada tahun 1995 dimaksudkan untuk mengurangi resiko litigasi yang ceroboh bagi auditor, perusahaan yang menjual sekuritanya kepada publik, dan para pihak yang berafiliasi dengan penerbit sekuritas, seperti pejabat perusahaan, direktur, serts penasehat professional (misalnya penjamin emisi dan penasehat hukum). Reform act ini merevisi secara substansial securities act tahun 1933 dan securities exchange act tahun1934.ketentuan spesifik dalam Undang-undang ini akan dibahas berikut ini :
Kewajiban Proporsional
Reform act ini memperkenalkan dan memulai suatu system kewajiban proporsional (proportionate liabilitydimana seorang tergugat yang tidak ‘’mengetahui tindak pelangaran’’ atas hukum sekuritas tetap bertanggung jawab berdasrkan suatu presentase tanggung jawab. Hal ini dimaskudkan untuk mengurangi tekanan paksa bagi para pihak yang tidak bersalah untuk menyelesaikan gugatan yang tidak terlampaui berat diluar pengadilan daripada mempertaruhkan resiko bagi diri sendiri dengan kewajiban yang tidak proporsional atas kerugian dalam kasus tersebut.
Apabila seorang tergugat tidak mengetahui telah melakukan pelanggaran Undang-undang sekuritas, reform act juga memberikan ‘’penutup’’ atas pembagian proporsional kerugian yang tidak dapat ditagih tergugat lain.
Menutup Kerugian Aktual
Reform act juga menutup kerugian actual yang timul menurut Undang-undang sekuritas berdasarkan harga pembelian investor atas sebuah sekuritas dan harga perdagangan rata-rata selama perode 90 hari setelah tanggal informasi diterbitkan yang mengoreksi adanya salah saji dan pengabaian dalam laporan keuangan.
Tanggung Jawab Untuk Melaporkan Tindakan Melanggar Hukum
            reform act menetapkan persyaratan laporan baru kepada auditor yang mendeteksi atau menyadari adanya tindakan melanggar hukum yang dilakukan oleh pihak yang menerbitkan sekuritas. Apabila seorang auditor menyimpulkan bahwa suatu tindakan melanggar hukum memiliki pengaruh yang material atas laporan keuangan, sementara manajemen senior belum mengambil langka yang tepat, dan kegagalan tersebut menjadi alasan penerbitan laporan yang menyimpang dari laporan standar atau bahkan pengunduran diri auditor dari perikatan, maka auditor harus segera melaporkan kesimpulan ini langsung kepada Dewan direksi. Selanjutnya dewan akan memberitahu SEC dalam waktu satu hari. Apabila ternyata dewan tidak menyampaikan laporan tersebut dengan tepat waktu kepada SEC, maka auditor harus membuat laporan kepada SEC. secara eksplisit reform act menyatakan bahwa auditor tidak bertanggung jawab secara pribadi atas setiap temuan, kesimpulan, atau pernyataan yang dibuat dalam laporan tersebut.
Perubahan Lain yang Diberikan Oleh Reform Act
Reform Act juga memberikan kelonggaran lain nagi profesi akuntan. Undang-undang ini :
  • Mewajibkan penggugat membayar imbalan dan pengeluaran yang layak bagi penasehat hukum yang digunkan oleh tergugat yang secara langsung terkait dengan litigasi yang diputuskan oleh pengadilan sebagai ceroboh dan tidak benar.
  • Memberikan tenggang waktu untuk berusaha menyelesaikan masalah yang ada, sehingga dapat mengurangi biaya yang seringkali mendorong pihak yang tidak bersalah untuk mengajukan gugatan class action.
  • Membatasi kerugian akibat tindakan hukum dengan cara menghapus kecurangan sekuritas sebagai dasar mengambil tindakan menurut Racketeer influenced and Corrupt Organization Act, yang menjatuhkan hukuman tiga kali lipat.
  • Membatasi hak pihak ketiga untuk menggugat dengan cara membatsi jumlah berapa kali seorang dapat menjadi wakil penggugat sebanyak tidak lebih dari lima class action selama periode tiga tahun dan dengan mewajibkan adanya alasan standar yang lebih ketat yang harus dipenuhi oleh penggugat.
  • Perubahan tata cara bagaimana pengadilan menunjuk wakil pengugat dalam suatu class action untuk kepentingan para investor institusional yang pada umumnya memiliki kepentingan keuangan terbesar dalam ganti rugi tersebut serta untuk mengurangi adnaya ‘’perlombaan menuju ruang pengadilan oleh para penggugat profesional’’ yang pada umumnya hanya memiliki kepentingan yang paling sedikit


Selasa, 14 Oktober 2014


ELABORASI REFORMASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK:
TELAAH KRITIS TERHADAP UPAYA AKTUALISASI KEBUTUHAN
SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

OLEH : MARDIASMO
UNIVERSITAS GADJAH MADA

REVIEW JURNAL
            Laporan keuangan sektor publik merupakan kendaraan utama untuk menunjukkan akuntabilitas publik (Tayib, 1999). Dengan demikia, apabila dilakukan pendekatan terhadap pentingnya sistem akuntansi sektor publik maka dapat dilakukan dari berbagai perspektif diantaranya dari sisi core business dan pengukuran kinerja (performance measurement) entitas atau organisasi pemerintahan. Pada Core Business Perspective Reformasi structural mensyaratkan adanya restrukturisasi pada individu bisnis atau pasar dimana mereka melaksanakan aktifitasnya.

PERFORMANCE MEASUREMENT PERSPECTIVE
Peran pemerintah daerah sangat menyentuh kehidupan masyarakat, bahkan sering layanan yang merupakan produk pemerintah daerah tersebut menjadi pusat layanan bagi masyarakat. Pelayanan jasa yang tersebut juga menyangkut kualitas hidup masyarakat dan hasil yang dicapainya menunjukkan tingkat peradaban masyarakat (Donnelly, 1998).  Sistem pengukuran kinerja akan berhasil ketika strategi organisasi dan ukuran kinerja dtempatkan sejajar dan pimpinan organisasi mampu menyampaikan visi, misi, nilai, dan arah strategi bagi organisasi dan stakeholder (LAN, 2000). Aspek yang diukur dalam pengukuran kinerja meliputi aspek keuangan, kepuasan pelanggan, kepuasan karyawan, operasi internal dan pasar, dan sebagainya.

HUBUNGAN GOOD GOVERNANCE DAN AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK.
Hubungan keduanya adalah akuntansi sektor publik sebagai alat untuk melakukan upaya elaborasi good governance ke tataran yang lebih riil. Artikulasi dan elaborasi yang dimaksudkan dapat melalui akuntansi manajemen.  Untuk itu, perlu elaborasi kedua masalah tersebut ke dalam tataran regulasi hukum. Regulasi ini sangat penting karena ia sebagai tonggak untuk memulai adanya reformasi.
KONSEPSI PELAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
Akuntabilitas mengacu pada kewajiban perseorangan, suatu kelompok, atau suatu organisasi yang diasumsikan harus melaksanakan kewenangan dan/atau pemenuhan tanggungjawab. Kewajiban ini meliputi (Artley, 2000):
1.      Answering, usaha untuk memberikan penjelasan atau justifikasi untuk pelaksanaan dan/atau pemenuhan tanggungjawab.
2.      Reporting, pelaporan hasil atas pelaksanaan dan/atau pemenuhan, dan
3.      Producing, asumsi kewajiban atas hasil yang dicapai
Adapun tujuan laporan keuangan sektor publik menurut GASB (1999) adalah:
1.      Mempertanggungjawabkan pelaksanaan fungsinya (demonstrating accountability)
2.      Melaporkan hasil operasi (reporting operating result)
3.      Melaporkan kondisi keuangan ( reporting financial condition)
4.      Melaporkan sumber daya jangka panjang (reporting long live resources)

UNIFORMITY DAN FLEXIBILITY
Pendekatan uniformity cenderung memperhatikan dan mempertimbangkan kesesuaian akuntansi dengan aturan yang diterapkan atau yang berlaku. Sedangkan pendekatan fleksibilitas cenderung memperhatikan dan mempertimbangkan kesesuaian akuntansi dengan kenyataan.

KESIMPULAN:
Krisis yang terjadi di beberapa negara telah memberikan gambaran yang nyata terhadap kesehatan sistem pengelolaan keuangan pada beberapa negara di Asia. Hal ini mendorong negara-negara tersebut untuk berupaya melakukan reformasi struktural. Reformasi struktural mengarahkan reformasi akuntansi yang membawa pemikiran pada pentingnya penyusunan dan implementasi sistem akuntansi keuangan sektor publik. Pentingnya penyusunan dan implementasi juga didorong berbagai perspektif antara lain core business perspective, performance measurement perspective, dan pelaksanaan good governance serta pengalaman penerapan sistemakuntansi pemerintah dari berbagai negara. Selain itu, era otonomi daerah dan desentralisasi fiskal member keleluasaan (diskresi) bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan sistem akuntansi keuangan daerah dengan paradigma baru. Hal ini akan memberikan dampak terhadap keterbukaan informasi kinerja pemerintah daerah dan pengelolaan asset yang dimiliki oleh daerah. Dengan demikian, akuntabilitas pemerintah daerah baik vertical maupun horizontal akan meningkat.

Jumat, 26 September 2014

Arti ayah dikehidupanmu..

Bagi seorang yang sudah dewasa,
yang sedang jauh dari orangtua,
akan sering merasa kangen dengan ibunya.
Bagaimana dengan ayah ?

Mungkin karena ibu sering menelpon untuk menanyakan keadaanmu

Tapi tahukah kamu,
jika ternyata ayahlah yang mengingatkan ibu untuk mneleponmu ?

Saat kecil,
Ibulah yang lebih sering mendongeng.
Tapi tahukah kamu bahwa sepulang ayah bekerja dengan wajah lelah beliau selalu menanyakan pada Ibu, apa yang kamu lakukan seharian.

Saat kamu sakit batuk/pilek,
ayah kadang mmbentak
"sudah dibilang! jangan minum es!".
Tapi tahukah kamu bahwa ayah khawatir ?

Ketika kamu remaja,
kamu menuntut untuk dapat izin keluar malam.
ayah dengan tegas berkata "tidak boleh !"
Sadarkah kamu bahwa ayah hanya ingin menjagamu ?

Karena bagi ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat berharga.

Saat kamu bisa lebih dipercaya,
Ayah pun melonggarkan peraturannya.
Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.

Maka yang dilakukan ayah adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.

Ketika kamu dewasa,dan hrs kuliah di kota lain.
Ayah harus mlepasmu.
Tahukah kamu bhw badan ayah terasa kaku utk memelukmu?

Dan ayah sngat ingin menangis.
Di saat kmu memerlukan ini-itu, utk keperluan sekolahmu, ayah hanya mengernyitkan dahi.
Tp tanpa menolak,
beliau memenuhinya.

Ayah sangat menyayangimu, tetapi seorang ayah sulit mengungkapkan dlm perbuatan dan perkataan seperti ibu..

Sampai ketika tman psanganmu datang.
utk mminta izin mengambilmu dari ayah.
ayah akan sngat berhati2 dlm mmberi izin.

Dan akhirnya..
Saat ayah melihatmu duduk dipelaminan brsama seorang yg dianggapnya pantas,
Ayahpun trsenyum bahagia

Apa kmu tahu,
bhw ayah  pergi ke blakang dan menangis?

ayah menangis krn ayah sangat bahagia.

Semoga Putra/i kecilku yg manis berbahagia bersama pasangannya"

Stlh itu ayah hny bisa menunggu kedatanganmu brsm cucu-cucunya yg sesekali dtg utk menjenguk

Dgn rambut yg memutih dan badan yg tak lagi kuat utk menjagamu
♥ ayah :')