Jumat, 23 Mei 2014

Laporan Praktikum Fisika Tentang resonansi dan bunyi pada gelas kaca

Laporan Praktikum Fisika
Tentang resonansi dan bunyi pada gelas kaca
Disusun OLEH :
RAMADHAN US
XII IPA 1
SMA NEGERI 1 ALLA

 Kata Pengantar
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan Fisika ini tentang resonansi dan bunyi sederhana pada gelas kaca . Penulisan laporan ini bertujuan tidak lain adalah untuk memenuhi tugas Fisika kelas XII Semester 2.
Kesulitan yang penulis hadapi dalam membuat laporan ini adalah kurangnya sumber informasi dalam bahasa indonesia dan koordinasi yang kurang menjadi penghambat dalan penulisan laporan ini. Namun kesalahan adanya memang pada manusia dan kesempurnaan hanya milik Tuhan.
Ucapan terimah kasih penulis ucapkan kepada segenap kalangan yang telah membantu,  jasa-jasa kalian tak akan kulupakan seumur hidup. Penulis juga menerima segala kritik dan saran atas penulisan laporan ini, mengingat segala keterbatasan dan kekurangan yang penulis miliki.


                                                           
                                                                                    Penulis
                                                                        Ramadhan.US

Daftar Isi
Halaman judul___________________________________________________ i
Kata pengantar___________________________________________________ii
Daftar isi________________________________________________________iii

Judul praktikum___________________________________________________1
Tujuan praktikum__________________________________________________1
Landansan teori___________________________________________________1
Alat dan bahan____________________________________________________2
Prosedur kerja_____________________________________________________2
Hasil pengamatan__________________________________________________2
Kesimpulan_______________________________________________________3
Saran____________________________________________________________3
Daftar pustaka_____________________________________________________4



Resonansi dan Bunyi Sederhana pada gelas kaca
1. Tujuan Praktikum       
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang ruang  dengan frekuensi bunyi yang dihasilkannya.
                       
2.   Landasan Teori
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena ada benda lain yang bergetar dan memiliki frekuensi yang sama atau kelipatan bilangan bulat dari frekuensi itu. Resonansi sangat penting di dalam dunia musik. Dawai tidak dapat menghasilkan nada yang nyaring tanpa adanya kotak resonansi. Pada gitar terdapat kotak atau ruang udara tempat udara ikut bergetar apabila senar gitar dipetik. Udara di dalam kotak ini bergerak dengan frekuensi yang sama dengan yang dihasilkan oleh senar gitar, peristiwa ini disebut dengan resonansi, resonansi menghasilkan pola gelombang stasioner yang terdiri atas perut dan simpul gelombang dengan panjang gelombang tertentu. Pada saat gelombang berdiri terjadi pada senar maka senar akan bergetar pada tempatnya. Pada saat frekuensinya sama denga frekuensi resonansi, hanya diperlukan sedikit usaha untuk menghasilakan amplitudio besar. Hal inilah yang terjadi pada senar yang dipetik.
 Udara yang mengisi tabung gamelan juga akan ikut bergetar jika lempengan logam pada gamelan tersebut dipukul. Tanpa adanya tabung kolom udara di bawah lempengan logamnya, Anda tidak dapat mendengar nyaringnya bunyi gamelan tersebut. Resonansi juga dipahami untuk mengukur kecepatan perambatan bunyi di udara.
Contoh lain peristiwa resonansi adalah pada pipa organa. Pipa organa merupakan semua pipa yang berongga di dalamnya, bahkan Anda dapat membuatnya dari pipa paralon.
Pipa organa ini ada dua jenis yaitu:
·         pipa organa terbuka berarti kedua ujungnya terbuka . nada dasar pipa organa terbuka bersesuaian dengan pola sebuah perut pada bagian ujung dan sebuah simpul pada bagian tengahnya.
·         pipa organa tertutup berarti salah satu ujungnya tertutup dan ujung lain terbuka. Kedua jenis pipa ini memiliki pola gelombang yang berbeda.
  
 4.Alat dan bahan                    
1.      1 buah gelas berbahan kaca
2.      1 botol air
 5. Langkah-langkah Praktikum  
1.   menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2.      Tuang air pada gelas sampai volumenya 1/4 gelas
3.      Celup jari telunjuk dan jari tengah pada air
4.      Pegang kaki gelas agar tidak goyang atau jatuh saat melakukan praktikum
5.      Gesek bibir gelas dengan kedua jari yang telah basah tadi
6.      Amati bunyi yang terjadi
7.      Tuang air pada gelas kembali sehingga volumenya menjadi 1/2 gelas
8.      Ulangi langkah 2, 3, 4, dan 5
9.      Tuang kembali air sehingga volume menjadi 3/4 gelas
10.      Ulangi kembali langkah 2, 3, 4, dan 5

6. Hasil pengamatan:
1.      Pada saat volume air 1/4 gelas, bunyi yang dihasilkan sangat nyaring.
2.      Pada saat voleme air menjadi 1/2 gelas, bunyinya menjadi sedikit lebih pelan dan lebih berat.
3.      Pada saat volumenya ditambah menjadi 3/4 gelas, suaranya menjadi semakin berat dan seperti bass.
 7. Kesimpulan
v  Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang dapat merambat melalui berbagai medium, baik gas, cair, maupun padat.
v  Semakin besar panjang ruang pada gelas, atau semakin kecil volume air di dalamnya, maka akan semakin besar frekuensi bunyi yang akan dihasilkan, begitu sebaliknya, semakin kecil panjang ruang pada gelas, atau semakin besarnya volume air di dalamnya, maka frekuensi yang dihasilkan akan semakin kecil. Sehingga, volume air berbanding lurus dengan frekuesi bunyi yang dihasilnya.
v  Gelombang bunyi dihasilkan oleh benda bergetar sehingga menyebabkan gangguan kerapatan pada medium.
v  Gangguan kerapatan pada medium berlangsung melalui interaksi molekul-molekul medium disepanjang arah perambatan gelombang. Adapun  Molekul hanya bergetar kedepan dan kebelakang disekitar posisi kesetimbangan.

8. Saran
Sebelum  melakukan praktikum  terlebih dahulu persiapkanlah alat dan bahan yang akan digunakan.
Daftar Pustaka

Alonso, M. Dan Finn, E.D. 1980. Fundamental University Physics. New York: .     .                   Addison-Wesley Longman.
Beiser, Arthur. 1999. Konsep Fisika Modern (terjemahan). Jakarta : Erlangga.

Surya, Yohanes. 1996. Olimpiade Fisika, jakarta : Primatika Cipta Ilmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar