Jumat, 23 Mei 2014

SIFAT LARUTAN PENYANGGA

LAPORAN KIMIA TENTANG SIFAT LARUTAN PENYANGGA
A.    TUJUAN
Untuk mengetahui sifat larutan penyangga

B.     LANDASAN TEORI
     Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan harga pH terhadap penambahan tidak berubah. Bagaimanakah larutan tersebut mempertahankan sedikit asam, atau sedikit basa atau pengeceran. Dengan kata lain pH larutan penyangga tidak akan berubah walaupun pada larutan tersebut di tambahkan sedikit asam kuat,basa kuat atau larutan tersebut di encerkan. Dalam berbagai aktivitas yang melibatkan reaksi- reaksi dalam larutan seringkali di perlukan pH yang harganya tetap. Misalnya kita memerlukan suatu larutan dengan pH=4 selama melakuka percobaan, dan pH nya tidak berubah- ubah.
     Cairan dalam tubuh kita juga pH nya harus tetap di jaga, yaitu pada harga 7,4. Apabila pH nya berubah misalnya kurang dari 7,0 atau lebih dari 7,8 hal tersebut akan sangat membahayakan bagi tuguh kita bahkan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, cairan dalam tubuh kita harus memiliki sifat sebagai larutan penyangga sehingga dapat mempertahankan pH cairan tubuh walaupun tubuh kita menerima berbagai penambahan, misalnya zat yang mengandung asam atau basa.
     Jika kedalam air di tambahkan asam atau basa meskipun dalam jumlah yang sedikit, Harga Ph akan berubah secara drastis. Mengapa demikian? Lain halnya apabila kita menambahkan HCL atau NaOH ke dalam campuran CH3COOH atau CH3COONHa dan NH4OH atau NH4OH atau NH4CL PH-nya relatif  tidak berubah. Bagaimana larutan tersebut mempertahankan Ph?
     Larutan yang dapat mempertahankan ph di sebut larutan penyangga. Ph suatu larutan bergantung pada perbandingan konsentrasi ion Hddengan konsentrasi ion OH dalam larutannya. Sedangkan larutan penyangga merupakan larutan yang mengandung suatu komponen asam dan komponen basa yang saling tidak bereaksi, sehingga larutan penyangga dapat bereaksi dengan ion H+ mauoun ion OH-.
     Larutan penyangga dapat di buat dengan mencampurkan suatu asam lemah dengan basa konjugasinya, atau suatu basa lemah dengan asam konjugasinya.
C.     ALAT DAN BAHAN
1.      Tabung reaksi
2.      Pipet tetes
3.       Rak tabung reaksi
4.      Larutan CH3COOH 0,1 M
5.      Larutan CH3COONa 0,1 M
6.      Lrutan NaOH 0,1 M
7.      Larutan HCl 0,1 M
8.      Akuades (air minum)
9.      PH meter universa atau larutan indicator universal
D.    CARA KERJA
1.      Campurkan 5 ml CH3COOH 0,1 M dengan 5 ml CH3COONa 0,1 M kedalam sebuah tabung reaksi.
2.      Ukur dan catat PH campuran dengan PH meter universal.
3.      Bagi campuran tersebut menjadi 3 tabung masing- masing ± 2ml.
4.      Berikan perlakuan berbeda terhadap ketiga tabung reaksi tersebut,yaitu :
a.       Tabung A di tambah NaOH 0,1 M setetes demi setetes hingga PH meter universal berubah
b.      Tabung B ditambah HCl 0,1 M setetes demi setetes hingga PH universal berubah
c.       Tabung C ditambah air setetes demi setetes hingga ±50 tetes air
5.      Amati perubahan yang terjadi pada setiap tabung
6.      Buat kesimpulan dari percobaan yang di lakukan
E.     HASIL PENGAMATAN
Larutan
Volume
Warna
pH
CH3COOH + CH3COONa
10 ml
jingga
5
Larutan 1 + NaOH
6 tetes
kuning
6
Larutan 1 + HCl
10 tetes
pink
3
Larutan 1 +H2O
50 tetes
Jingga muda
5

F.      ANALISIS DATA
1.      Tuliskan reaksi yang terjadi pada percobaan di atas!
2.      Apa yang menyebabkan pada penambahan sedikit HCl tidak terjadi perubahan pH?
3.      Apa yang menyebabkan pada penambahan sedikit NaOH tidak terjadi peerubahan pH?
4.      Simpulkan hasil percobaan anda!

Jawaban :
1.      a. Di tambah asam
    HCl + CH3COONa CH3COOH + NaCl
b.Di tambah basa
    NaOH + CH3COOHCH3COONa + H2O
2.      karena asam di hilangkan oleh basa konyugasi jika larutan penyangga di tambahkan oleh ion H+, reaksi ionisasi bergeser kekiri dan ion H+ yang di tambahkan akan bereaksi dengan ion CH3COO- membentuk CH3COOH.
3.      Karena terjadi reaksi netralisasi atau basa di tangkap oleh asam asetat. Dengan bereaksinya ion Hdan ion OH- mengakibatkan konsentrasi ion H dalam larutan berkurang di akibatkan reaksi ionisasi bergeser ke kanan, jadi penambahan basa atau ion OH- tidak banyak mempengaruhi pH larutan.


G.    KESIMPULAN
     Dari hasil percobaan yang telah di lakukan dapat kita simpulkan bahwa, sebagai berikut:
a.       Campuran CH3COOH 0,1 M dengan  CH3COONa 0,1 M menghasilkan harga pH sama dengan 5, berarti campuran larutan tersebut bersifat asam.
b.      Setelah penambahan NaOH 0,1 M sebanyak 6 tetes, nilai pH larutan berubah. Penambahan sedikit basa kuat tidak mengubah harga pH.
c.        Setelah penambahan HCl 0,1 M sebanyak 10 tetes, nilai pH larutan berubah. Penambahan sedikit asam kuat tidak mengubah harga pH.
d.      Penambahan H2O sebanyak 50 tetes, tidak menyebabkan pH berubah. Pengenceran tidak mempengaruhi pH larutan.
Larutan yang terdiri dari campuran antara asam lemah dengan basa konyugasi dari asam lemah tersebut dapat di gunakan sebagai larutan penyangga


Tidak ada komentar:

Posting Komentar