Jumat, 23 Mei 2014

proposal pengaruh berbagai media tanam terhadap kecepatan perkecambahan biji Kacang Hijau

Bab 1
Pendahuluan
1.1          Latar Belakang
          Menurut para pendapat tokoh, perkecambahan biji merupakan bentuk awal embrio yang berkembang menjadi sesuatu yang baru yaitu tanaman anakan yang sempurna menurut Baker, 1950. Sedangkan, menurut Kramer dan Kozlowski, 1979, perkecambahan biji adalah proses tumbuhnya embrio atau keluarnya redicle dan plumulae dari kulit biji.    
         Dalam perkecambahan, biji selalu mengalami pertumbuhan dan mengalami perkembangan. Pertumbuhan adalah proses kenaikan volume karena adanya penambahan substansi (bahan dasar) yang bersifat irreversibel (tidak dapat kembali). Sedangkan, perkembangan adalah proses menuju tercapainya kedewasaan yang tidak dapat diukur. Pertumbuhan dalam suatu perkecambahan biji dapat langsung diukur apabila tunasnya sudah keluar dan tumbuh. Sama halnya dengan pertumbuhan, perkembangan juga dapat dilihat dari tunas/awal, hanya saja tidak diukur melainkan melihat apa saja struktur tubuh kecambah yang mulai ada dari awal/tunas. Seperti pada awalnya, berkembang batang, akar, dan sebagainya. Pertumbuhan dan perkembangan suatu kecambah biji akan selalu berbeda-beda tergantung media tanam yang dipakai dan unsur-unsur yang terdapat dalam media tanam tersebut.
       Media tanam merupakan media/tempat dimana tanaman/biji dapat tumbuh dan berkembang didalamnya. Contohnya seperti tanah, air, kapas, dan sejenis lainnya. Saat ini, di kehidupan sehari-hari atau dalam perkebunan, tanah selalu menjadi media tanam bagi benih yang akan ditanam. Tapi, dalam kegiatan penelitian, siswa-siswi selalu memakai kapas untuk perkecambahan biji mereka. Sedangkan, media tanam yang menggunakan air biasanya dikhususkan untuk tumbuhan hidroponik.
         Dalam hal ini, dapat terlihat bahwa kegunaan  antara berbagai media tanam itu berbeda-beda. Tidak hanya kegunaannya saja tapi pengaruhnya terhadap perkecambahan suatu biji. Pengaruh tersebut dapat disebabkan karena setiap media tanam mengandung unsur-unsur dan struktur yang berbeda-beda.


1.2   Rumusan Masalah

      
Dari penjelasan di atas maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut: “Bagaimanakah Pengaruh Berbagai  Media Tanam terhadap Kecepatan Perkecambahan Biji Kacang Hijau?


1.3  Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini, yaitu:
“Untuk mengetahui pengaruh berbagai media tanam terhadap kecepatan perkecambahan biji Kacang Hijau”.

1.4 Manfaat Penelitian

         Dapat memberikan konstribusi dan informasi yang baik mengenai pengaruh pemberian kadar air terhadap pertumbuhan jagung

Bab II
Tinjauan Pustaka

 2.1 Kajian teori
         Teori dalam Perkecambahan Biji Kacang Hijau
          Dalam perkecambahan biji Kacang Hijau ini, dasar teori yang digunakan adalah teori totipotensi yang ditulis oleh SCHLEIDEN dan SCHWANN (Suryowinoto dan Suryowinoto, 1977) yang menyatakan bahwa teori totipotensi adalah bagian tanaman yang hidup mempunyai totipotensi, kalau dibudidayakan di dalam media yang sesuai, akan dapat tumbuh dan berkembang menjadi tanaman yang sempurna, artinya dapat bereproduksi, berkembang biak secara normal melalui biji atau spora. Perkecambahan biji ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:air,O2dan suhu
 Faktor yang mempengaruhi kecepatan perkecambahan dalam penyerapan air:
1.   Permeabilitas kulit/membran biji
2.   Konsentrasi air Karena air masuk secara difusi (dari konsentrasi rendah ke tinggi), maka konsentrasi larutan di luar biji harus tidak lebih pekat dari dalam biji.
3.   Suhu air Suhu air tinggi : energi meningkat, difusi air meningkat sehingga kecepatan penyerapan tinggi
4.   Tekanan hidrostatik
Ø  Berbanding terbalik dengan kecepatan penyerapan air
Ø   ketika volume air dalam membran biji telah sampai pada batas tertentu, akan timbul tekanan hidrostatik yang mendorong ke luar biji, sehingga kecepatan penyerapan air menurun
5. Luas permukaan biji yang kontak dengan air
Ø  Berhubungan dengan kedalaman penanaman biji
Ø  Berbanding lurus dengan kecepatan penyerapan air
6. Daya intermolekul
Ø  merupakan tenaga listrik pada molekul-molekul tanah / media tumbuh : makin rapat molekul-molekulnya, makin sulit air diserap oleh biji
Ø  berbanding terbalik dengan kecepatan penyerapan air
7.Spesies dan varietas
Berhubungan dengan faktor genetik yang menentukan susunan kulit biji
8.Tingkat kemasakan
Berhubungan dengan kandungan air dalam biji : biji makin masak, kandungan air berkurang, kecepatan penyerapan air meningkat
9.Komposisi kimia
Ø  biji tersusun atas karbohidrat, protein, lemak
Ø  kecepatan penyerapan air : protein>karbohidrat>lemak

10.  Umur
Berhubungan dengan lama penyimpanan : makin lama disimpan, makin sulit menyerap air
2.3. Hipotesis Penelitian
       Rumusan hipotesis dari penelitian ini adalah sebagai berikut
“Berbagai media tanam dapat berpengaruh terhadap kecepatan perkecambahan biji Kacang Hijau.”.
Hipotesis ini disebut juga hipotesis alternatif, hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.
2.4 Batasan Masalah
1.      Praktikum ini dilakukan di rumah saya sendiri
2.      Biji yang digunakan adalah biji yang langsung diambil dari tokoh     pertanian
3.      Praktikum ini dilakukan selama 5 hari saja
4.      Perlakuan dilakukan pada Media tanah( pasir) dan media kapas
5.      Setiap perlakuan di bagi atas 2 kelompok dangan masing masing 6 biji kcang hijau.


Bab III
Metode Penelitian

3.1 Alat dan Bahan
       Alat dan bahan yang diperlukan untuk melakukan eksperimen, yaitu:
1.      12 biji kacang hiaju
2.      50 Ml air
3.      Harus sama volumex
4.      Tanah secukupx ( pasir )
5.      Kapas Secukupx
6.      2 Buah gelas aqua berukuran sama
7.      Pensil
8.      penggaris
3.2          Prosedur kerja
       Berikut ini adalah prosedur penelitian pengaruh media tanam untuk biji Kacang Hijau terhadap kecepatan perkecambahan.
1.      Siapkan alat-alat dan bahan yang diperlukan.
2.      Masukkan tanah ke tempat kelompok 1 dan kapas ke tempat kelompok 2, volume dari keduanya harus berjumlah sama, lebih kurang ¼ bagian.
3.      Tanam 6 biji Kacang Hijau ke dalam setiap gelas aqua yang berisi tanah( pasir) dan kapas.
4.      Amati perkecambahan biji dengan interval 24 jam atau sehari sekali.
5.      Lihat perubahan yang terjadi misalx tinggi kecambah
6.      Catat hasil pengamatan ke dalam tabel pengamatan.
3.3.Hasil Pengamatan

 Dalam penelitian ini saya hanya dapat mengamati 3 biji dari setiap Aqua karena biji yang lain tidak tumbuh/mati.Dalam penelitian ini, juga diperoleh gambar yang menunjukkan bahwa perkecambahan biji Kacang Hijau lebih cepat di media kapas.




   
Dlm
cm
sabtu
minggu
senin
selasa
rabu
k
p
k
p
k
p
k
p
k
p
Biji1
-
-
0,5
0,2
1,5
0,7
3,2
1,8
12,4
8,3
Biji 2
-
-
0,3
0,1
1,3
0,5
2,4
1,5
11,1
8,0
Biji 3
-
-
0,2
0,1
0,9
0,4
1,9
0,7
8,6
4,4

3.4. Pembahasan
  Setelah diteliti, ternyata perkecambahan biji Kacang Hijau lebih cepat di media kapas. Alasannya:
    Daya intermolekul yang dimiliki oleh tanah kecil. Sehingga molekul-molekulnya yang rapat dapat membuat air sulit diserap oleh biji. Sedangkan di kapas, moleku-molekulnya renggang sehingga biji dapat menyerap dengan mudah. Sedangkan media tanah dalm hal ini adalah pasir sangat mudah diolah, media ini memeliki aerasi (ketersediaan rongga udara) dan drainase yang baik, namun memiliki luas permukaan kumulatif yang relatif kecil, sehingga kemampuan menyimpan air sangat rendah atau tanahnya lebih cepat kering. Sehingga dapat menghambat kecepatan pertumbuhan kecambah karena kurangnya kelembaban.
     Jadi, setiap media yang berbeda pasti selalu memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap suatu perkecambahan. Karena, setiap media tanam pasti memiliki daya intermolekul, tekstur, unsur, dan yang lainnya berbeda-beda.
  



Bab IV
Kesimpulan dan Saran

4.1Kesimpulan

      Jadi, kesimpulannya adalah media tanam dapat berpengaruh terhadap kecepatan perkecambahan biji Kacang Hijau. Mulai dari daya intermolekul, tekstur media tersebut dan lain-lain. Apabila media tanam memiliki daya intermolekul yang kecil maka kecepatan perkecambahan juga akan lambat dikarenakan biji sulit dalam menyerap air. Sedangkan, apabila daya intermolekul besar maka sebaliknya. Sedangkan, dilihat dari tekstur, apabila media tanam memiliki tektur pasir atau kasar, maka akar akan sulit mendapatkan air dikarenakan tekstur pasir mudah kengalami kekeringan. Sedangkan, tekstur serat atau halus membuat akar mudah mendapatkan air karena kelembaban akan terjadi dalam jangka waktu lama.


4.2 Saran
·    Lebih baik dilakukan penelitian lebih detail mengenai unsur-unsur yang terkandung dalam media tanam.
·   Perlu dilakukan penelitian kembali untuk mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan perkecambahan kacang Hijau.

Daftar Pustaka

Pratiwi, D.A., S. Maryati, Srikini, Suharno, & Bambang S. 2007. BIOLOGI untuk SMA Kelas X. Jakarta: Penerbit Erlangga















  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar